Periskop.id - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp114 triliun, kepada 2 juta debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2025. Penjaminan tersebut dikatakan berdampak pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia.

“Askrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” kata Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4). 

Pada 2025, Askrindo mencatatkan hasil underwriting netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited). Sejalan dengan itu, premi bruto tercatat sebesar Rp4,44 triliun (unaudited). Perusahaan optimistis capaian tersebut mencerminkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis perusahaan.

“Kami melihat, strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” tambah Fankar.

Askrindo pun meluncurkan sistem Sentralisasi FINTRACS (Financial Transaction System) dan ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System), sebagai bagian dari penguatan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan. Peluncuran ini dilakukan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-55.

FINTRACS merupakan sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan. Implementasi FINTRACS disebut mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Sementara ASK-SCORING merupakan solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting.Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi.

Dengan dukungan kedua aplikasi tersebut, Askrindo dapat memperkuat kualitas portofolio pertanggungan sekaligus mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif.

Ekspansi Bisnis
Sebelumnya, Askrindo menjalin kerja sama Commercial Line Facility Kontra Bank Garansi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), yang diperkirakan membuka peluang ekspansi bisnis dengan nilai fasilitas hingga Rp1,5 triliun.

Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto beberapa waktu lalu mengatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar suretyship sekaligus memperdalam sinergi dengan perbankan nasional.

“Dengan kapasitas fasilitas hingga Rp1,5 triliun, kami optimistis dapat mendorong akselerasi proyek-proyek produktif dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” kata Budhi.

Skema Kontra Bank Garansi dirancang untuk memberikan kepastian dan mitigasi risiko dalam penerbitan bank garansi, khususnya bagi sektor konstruksi maupun non-konstruksi yang membutuhkan dukungan penjaminan dalam proses tender dan pelaksanaan proyek.

Menurut Budhi, penguatan lini bisnis commercial line sejalan dengan transformasi bisnis Askrindo dalam memperbesar porsi portofolio non-program sekaligus meningkatkan kualitas aset dan manajemen risiko.

Kolaborasi dengan BTN juga diyakini dapat memperkuat posisi Askrindo sebagai salah satu pemain utama di industri penjaminan dan asuransi kredit nasional.