Periskop.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan, hingga Senin (12/1) siang, terdapat 22 rukun tetangga (RT) dan 33 ruas jalan di Jakarta yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi.
"Kami mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin.
Menurut dia, hingga Senin siang, jumlah wilayah di Jakarta yang terendam banjir semakin meluas, dan per pukul 11.00 WIB, terdapat 22 RT di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur terendam.
Selain itu, kata dia, banjir juga menggenangi sebanyak 33 ruas jalan dengan ketinggian 10-54 sentimeter (cm) sehingga pengemudi kendaraan bermotor harus memperlambat laju kendaraannya.
Hujan deras yang turun sejak Senin pagi, jelasnya, menyebabkan terjadinya beberapa genangan di sejumlah wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. "Kami mencatat saat ini, terdapat 22 RT dan 33 ruas jalan tergenang," ujar Yohan.
Berikut wilayah DKI Jakarta yang terdampak banjir.
Jakarta Selatan, 19 RT, yaitu:
Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT
Ketinggian air: 40 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
Kelurahan Pondok Labu: 2 RT
Ketinggian air: 80 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
Kelurahan Cipete Utara: 3 RT
Ketinggian air: 70 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
Kelurahan Pela Mampang: 9 RT
Ketinggian air: 50 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
Kelurahan Duren Tiga: 1 RT
Ketinggian air: 40 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi
Kelurahan Cilandak Timur: 3 RT
Ketinggian air: 95 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
Jakarta Timur, 1 RT, yaitu:
Kelurahan Tanjung Priok: 1 RT
Ketinggian air: 40 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi
Jakarta Utara, 2 RT, yaitu;
Kelurahan Tanjung Priok: 2 RT
Ketinggian air: 20 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi
Situasi: Masih dalam penanganan
Ruas jalan yang terendam banjir:
1. Jalan Anggrek, Kel. Rawa Badak Utara
2. Jalan Walang Baru VII A, Kelurahan Tugu Utara
3. Jalan Rorotan 10, di depan Masjid Tanwirul Ikhsan, Kelurahan Rorotan
4. Jalan Taman Stasiun, Kelurahan Tanjung Priok
5. Jalan Pegangsaan Dua (depan Yakobus), Kelurahan Pegangsaan Dua
6. Jalan Rawa Indah, RT.03/03, Kelurahan Pegangsaan Dua
7. Jalan Pegangsaan Dua, di depan Apartemen Greenhill, Kelurahan Pegangsaan Dua
8. Jalan Hybrida, Kelurahan Pegangsaan Dua
9. Jalan Pegangsaan Dua, di depan RJTM, Kelurahan Pegangsaan Dua
10. Jalan Arteri, Kelurahan Pegangsaan Dua
11. Jalan Agung Karya VI, Kelurahan Sungai Bambu
12. Jalan Jampea, RW 007, di depan makam Mbah Priok, Kelurahan Koja
13. Jalan Deli, RW 007, Kelurahan Koja
14. Lorong 22, RW 007, Kelurahan Koja
15. Jalan Mawar, RW 002, Kelurahan Koja
16. Jalan Cipeucang V, RW 013, Kelurahan Koja
17. Lorong Z, RW 001, Kelurahan Koja
18. Jalan Muara Baru, Pluit Sea View, Kelurahan Penjaringan
19. Jalan Yos Sudarso, di depan Altira, Kelurahan Sunter Jaya
20. Jalan Sunter Indah Raya, Kelurahan Sunter Jaya
21. Jalan Swasembada Raya, RW 14, Kelurahan Kebon Bawang
22. Jalan Raya Bakti, RT 001 RW 14, Kelurahan Kebon Bawang
23. Jalan Kebon Bawang Vl, RT 002 RW 13, Kelurahan Kebon Bawang
24. Jalan Swasembada Barat XXll, RT 04 RW 12, Kelurahan Kebon Bawang
25. Jalan Boulevar Barat Raya, di depan Bank BCA, Kelurahan Kelapa Gading Barat
26. Jalan Cakung Cilincing Raya, Kelurahan Rorotan
27. Jalan Plumpang Semper, Kelurahan Rawa Badak Selatan
28. Jalan Mahoni, di depan Kelurahan Tugu Utara, Kelurahan Tugu Utara
29. Jalan Kampung Bahari Nomor A11, RT 003 RW 006, Kelurahan Tanjung Priok
30. Jalan Raya Jagakarsa, di depan lahan Kementerian Pertanian, Kelurahan Jagakarsa
31. Jalan Balai Rakyat, Kelurahan Jagakarsa
32. Jalan Pelita Nomor 13, RT 04 RW 12, Kelurahan Lubang Buaya
33. Jalan Depsos/Hadjidji, RT 012 RW 002, Kelurahan Rambutan
Ketinggian air yang merendam sejumlah ruas jalan tersebut berkisar antara 10 hingga 55 cm.
Rekayasa Lalu Lintas
Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengizinkan kendaraan roda dua untuk dapat mengakses jalan tol akibat genangan yang cukup tinggi.
"Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas terhadap kendaraan roda dua untuk memasuki ruas jalan tol," kata Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono Vernandie dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan terdapat dua ruas jalan tol yang dapat dimasuki oleh kendaraan roda dua. Pertama, Gerbang Tol Sunter yang mengarah ke keluaran Kebon Bawang. Kedua, dari Gerbang Tol Jembatan 31 dan keluar di Angke.
"Mengapa ini kami laksanakan? Karena di arteri, di Jalan Yos Sudarso dan Pluit Raya itu terjadi genangan dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua sehingga kami melakukan pelayanan masyarakat berupa rekayasa lalu lintas untuk mengarahkan kendaraan roda dua ke jalan tol," ujar Dhanar.
Dia menambahkan durasi yang dilaksanakan untuk kegiatan itu berkisar sekitar 20 menit, dan saat ini situasi sudah normal kembali. "Dari kejadian rekayasa lalu lintas tersebut, kami laporkan tidak ada kecelakaan lalu lintas maupun gangguan atau hal-hal yang lain," ungkap Dhanar.
Di sisi lain, dia menyebutkan kemacetan panjang sempat terjadi di berbagai sudut ibu kota karena air yang menggenangi akses keluar-masuk gerbang tol. "Kalau padat itu Podomoro, Sunter, yang keluar, itu karena arterinya banjir, jadinya kendaraan padat di tol," tuturnya.
Berdasarkan laporan kepolisian, titik banjir yang paling parah terpantau di wilayah Rawa Bokor dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter (cm), sehingga petugas harus melakukan pengalihan arus kendaraan secara masif.
"Parah di Rawa Bokor itu, ketinggian 60 cm, kemudian kita lakukan rekayasa, untuk yang mau keluar Rawa Bokor, kita luruskan bandara. Kalau di keluaran Plumpang, Priok 1, itu mobil sedan enggak bisa melintas, tapi minibus masih bisa," terang Dhanar.
Meski pun jalur arteri terhambat, dia memastikan ruas Tol Dalam Kota sampai dengan saat ini masih terpantau aman dari genangan dan dapat dilalui kendaraan. "Tol Dalam Kota masih enggak ada gangguan, masih aman, cuma dua titik di Wiyoto Wiyono dan Sedyatmo," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar