Periskop.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, hingga pukul 18.00 WIB, tiga rukun tetangga (RT) di Jakarta Barat dan Utara masih terendam banjir.
"Ketinggian air masih 30 sentimeter (cm)," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Selasa (13/1).
Menurut dia, banjir masih merendam satu RT di Jakarta Utara, tepatnya di Kelurahan Kalibaru dan dua RT di Jakarta Barat, yakni Kelurahan Tegal Alur. Sementara untuk Jakarta Selatan dan Timur yang sempat merendam puluhan RT dengan ketinggian 40-100 cm dipastikan telah surut.
Data BPBD DKI Jakarta menyebutkan, banjir sempat menggenangi 63 RT Senin (21/1) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Data tersebut terus menunjukkan penurunan, sehingga pada Selasa petang tinggal tiga 3 RT yang masih tergenang.
BPBD DKI Jakarta kata Yohan, tetap mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Juga mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
"Selain itu, kami memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik, agar genangan dapat surut dalam waktu cepat," ujarnya.
Ratusan Pengungsi
BPBD DKI Jakarta sendiri mencatat, sebanyak 622 warga di Jakarta Utara masih mengungsi di sejumlah lokasi, akibat banjir yang merendam permukiman mereka sejak Senin (12/1).
“Hingga pukul 18.00 WIB, total ada 622 orang yang mengungsi akibat banjir di Jakarta Utara,” kata Yohan, Selasa.
Ia mengatakan pengungsi itu tersebar di Kecamatan Cilincing dan Kecamatan Tanjung Priok. Untuk Kecamatan Cilincing di Kelurahan Semper Timur total ada 330 orang dengan 66 kepala keluarga yang mengungsi di Masjid Al Hidayah, Kantor Kelurahan Semper Timur, Masjid Al Labino, Masjid Jurul Mukminin, Gedung Tirta Kemala Sari, dan Klinik Pratama.
Kemudian di Kelurahan Kalibaru terdapat 68 jiwa yang terdiri dari 50 kepala keluarga yang mengungsi di Gedung Pelayanan Masyarakat. Kemudian, di Kelurahan Sukapura ada 49 orang dengan 12 kepala keluarga mengungsi di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari.
Selanjutnya, di Kecamatan Tanjung Priok ada 175 pengungsi banjir di sejumlah lokasi Kelurahan Warakas seperti Mushalla Baiturrahim, Masjid Miftahulsalam dan Mushalla Al Wasilatul Iman. Kemudian, 67 orang tercatat di Kelurahan Papanggo mengungsi di Masjid Nurul Jamal, Kolong Tol RW08 dan Masjid Baba Alun RW.07.
Selain itu, banjir juga masih merendam satu RT di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter (cm). “Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” serunya.
Sebelumnya Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat memastikan Pemkot Jakut memenuhi kebutuhan dasar penyintas banjir yang saat ini masih mengungsi pada sejumlah lokasi di daerah setempat.
“Kami memastikan saudara-saudara kita yang mengungsi mendapatkan pelayanan yang layak serta kebutuhan mereka dapat terpenuhi," katanya.
Sementara itu, di Jakarta Barat, sebanyak 542 warga di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng dan Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, masih mengungsi, sejak tempat tinggal mereka terendam banjir, sejak Senin (12/1) hingga Selasa (13/1) petang.
"Mereka menempati balai warga, mushalla, hingga ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) setempat," kata Yohan.
Ia merinci, total pengungsi di Kelurahan Tegal Alur sebanyak 516 jiwa dari 149 kepala keluarga (KK), lalu Kelurahan Rawa Buaya 26 warga dari enam KK. Sebaran pengungsi di Kelurahan Tegal Alur meliputi RPTRA Alur Anggrek sebanyak 55 KK atau 200 jiwa, Mushalla Al Mukhlisin sebanyak delapan KK atau 23 jiwa, serta Rusun Lokbin sebanyak 31 KK atau 136 jiwa.
Selain itu, Mushalla At-Taubah RW 13 masih menampung pengungsi sebanyak 27 KK atau 82 jiwa, sementara di Majelis Dorotul Abidin RT 09/02 terdapat 28 KK atau 75 jiwa. "(Pengungsi) Kelurahan Rawa Buaya Kantor Sekretariat RW 01 ada satu KK empat jiwa. Balai Warga RW 02, lima KK 22 jiwa," ucap Yohan.
Tinggalkan Komentar
Komentar