Periskop.id - Banjir di sebagian wilayah Ibu Kota semakin meluas. Hingga Kamis (29/1) siang, banjir kini merendam sebanyak 35 rukun tetangga (RT) dan 10 ruas jalan.

"Saat ini banjir terjadi di 34 RT yang berada di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis siang.

Menurut dia, data terakhir menunjukkan, banjir semakin meluas dan merendam sebagian wilayah DKI dengan ketinggian air bervariasi sekitar 30-150 cm. Yohan mengatakan, banjir yang terparah berada di Jakarta Timur (Jaktim) dengan ketinggian air dari satu meter hingga satu setengah meter.

Ia menjelaskan, cuaca dengan hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1) menyebabkan terjadinya kenaikan air di sejumlah bendungan yang menjadi pos pantau.

"Penyebab utamanya, yaitu curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai seperti Sungai Ciliwung, Pesanggrahan dan Angke Hulu," ujarnya.

Berikut data BPBD DKI Jakarta banjir yang merendam 35 RT dan 10 ruas jalan:

Jakarta Barat terdapat 14 RT yang terdiri dari:

Kelurahan Duri Kosambi: 2 RT
Kelurahan Kedaung Kali Angke: 4 RT
Kelurahan Rawa Buaya: 3 RT
Kelurahan Kedoya Selatan: 5 RT

Ketinggian: 30-80 cm

Jakarta Selatan terdapat 6 RT yang terdiri dari:

Kelurahan Cipulir: 1 RT
Kelurahan Kuningan Barat: 2 RT
Kelurahan Pejaten Timur: 3 RT

Ketinggian: 40-50 cm

Jakarta Timur terdapat 14 RT yang terdiri dari:

Kelurahan Bidara Cina: 4 RT
Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT
Kelurahan Cawang: 5 RT
Kelurahan Cililitan: 1 RT

Ketinggian: 90-150 cm

Jakarta Utara terdapat 1 RT yang berada di:

Kelurahan Rorotan dengan ketinggian air 50 cm.

Jalan tergenang terdapat 10 ruas jalan, data wilayah terdampak sebagai berikut:

1. Jl. Daan Mogot KM 12 (Seberang Victoria / Pabrik Gelas ), Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat
Ketinggian: 15 cm
2. Jl. Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat
Ketinggian: 20 cm
3. Jl. Puri Kembangan (Depan Sekolah SMK Budi Murni) , Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat
Ketinggian: 15 cm
4. Harun RT 7/RW 08 , Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat
Ketinggian: 50 cm
5. Jl. Cileduk Raya, Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan
Ketinggian: 15 cm
6. Jl Pondok Karya Komplek RW 4 , Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan
Ketinggian: 20 cm
7. Jl. Pulo Raya IV , Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan
Ketinggian: 45 cm
8. GG. Langgar, Kelurahan Rawajati , Jakarta Selatan
Ketinggian: 40 cm
9. Jalan Zeni AD RT 003/RW 003, Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan
Ketinggian: 10 cm
10. Jl. Raden Inten II, Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur
Ketinggian: 25 cm.

Luapan Sungai

Untuk diketahui, banjir setinggi satu meter merendam ratusan rumah di RT 16 RW 04, kawasan Bojong Kavling, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis.

"Di sini itu ada 450 kepala keluarga (KK), dan 350 lebih bangunan. Sebagian besar rumah itu terendam, enggak lebih dari 50 rumah yang enggak (terendam)," kata Ketua RT 16 Irah Rahayu di kawasan Bojong Kavling, Jakarta Barat, Kamis.

Genangan air yang masuk hingga ke dalam rumah-rumah itu melumpuhkan aktivitas masyarakat. Termasuk para pelajar yang terpaksa mengurungkan niatnya untuk tidak berangkat ke sekolah.

Menurut Irah, hujan lebat sejak Rabu (28/1) malam hingga Kamis pagi, serta tanggul kali yang pecah membuat banjir yang menggenangi wilayah tersebut kian parah.

"Kebetulan lagi hujan besar, ya, lagi deras sekali. Kemudian, dipicu dengan ketinggian air sungai juga, dan kemudian di ujung kampung ini ada tanggul yang pecah," ujar Irah.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat luapan air sungai dengan cepat membanjiri kawasan sekitar. Meski demikian, sebagian warga tampak masih memilih bertahan di rumah masing-masing dari pada pindah ke tempat pengungsian.

Di wilayah lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mencatat ketinggian banjir di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, mencapai 45 sentimeter (cm). "Saat ini sudah 45 cm," kata Komandan Pleton BPBD Wilayah Jakarta Selatan Muhammad Nur di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, wilayah yang terdampak, yakni Jalan Suwardi, RT 08/RW 10, di Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penyebab banjir tersebut diketahui berasal dari luapan Kali Pesanggrahan.

"Luapan Kali Pesanggrahan Siaga 3 dan intensitas hujan berkelanjutan, intensitas sedang hingga lebat, mengakibatkan debit air Kali Pesanggrahan meningkat dan meluap memasuki pemukiman warga," ujar Nur.

Tercatat sebanyak 53 kepala keluarga (KK) dan 153 jiwa terdampak banjir tersebut. Kendati demikian, mereka masih bertahan di rumah masing-masing, tepatnya di lantai atas. "Belum ada pengungsi, namun tetap terpantau petugas," ucap Nur.

Banjir Langganan

Sementara itu, banjir juga kembali merendam permukiman warga di RW 04 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, akibat luapan Kali Sunter, pada Kamis. "Iya banjir dari pagi tadi pukul 04.30 WIB, karena informasinya luapan Kali Sunter jadi cepat tinggi," kata salah satu warga Cipinang Melayu, Mariam (60) di Jakarta Timur, Kamis.

Ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan mencapai hingga 120 sentimeter (cm). Air dengan cepat naik hingga setinggi 120-130 cm. "Di dalam sedada saya, kalau di luar seleher bawah, ya sekitar 120-130 sentimeter," ujar Mariam.

Mariam mengungkapkan, air sempat berangsur surut secara perlahan. Namun, dia mengaku tidak bisa tidur dan terus memantau kondisi air. Untuk menghindari risiko, dia hanya menyelamatkan anaknya ke lantai dua rumah dan meletakkan barang ke tempat yang lebih aman.

"Tadi bertahap surutnya sedikit-sedikit. Saya tidak tidur, menunggu air surut. Anak saya ke lantai dua," ucapnya.

Menurut Mariam, banjir di wilayahnya sudah menjadi langganan setiap kali hujan. Luapan air diduga berasal dari kiriman air dari wilayah Bogor yang menyebabkan Kali Sunter meluap. "Setiap hujan pasti banjir, masuk rumah. Katanya sih dari Bogor, luapan Kali Sunter. Airnya cepat naiknya," tuturnya.