Periskop.id - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano ‘Si Doel’ Karno menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai rumah bersama yang aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh umat beragama, tanpa membedakan suku maupun latar belakang.
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menghadirkan berbagai perayaan hari besar keagamaan yang meriah sebagai upaya merawat toleransi. Dimulai dari rangkaian Christmas Carol pada masa Natal hingga menjelang Tahun Baru, dilanjutkan dengan kegiatan Gambir Expo Festival.
"Hingga hari ini, di kawasan Bundaran HI masih berlangsung Jakarta Light Festival dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Besok juga akan ada pawai ogoh-ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi,” kata dia dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (7/3).
Hal tersebut juga dia sampaikan saat membuka pameran ilustrasi bertajuk "Illustrated Ramadhan Jakarta" (IRJ) 2026 di Ashta District 8, SCBD, Jakarta Selatan. Acara yang berlangsung hingga 15 Maret 2026 tersebut menghadirkan ilustrasi kontemporer hingga diskusi di bidang kreatif dalam suasana yang tenang dan reflektif.
Puluhan karya seniman dan kreator dapat dinikmati masyarakat umum secara gratis. “Saya mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat mengapresiasi berbagai kegiatan kreatif yang diselenggarakan di Jakarta. Kita merasakan bersama bagaimana kegiatan-kegiatan tersebut mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat,” tegas Rano.
Perayaan Nyepi
Untuk diketahui, perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret mendatang akan dipusatkan di area Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dengan menggelar pawai ogoh-ogoh.
“Bundaran HI pada saat Nyepi, kami akan ada pawai ogoh-ogoh dan juga akan ada penjor di sini. Yang mungkin belum pernah ada penjor dipasang di Bundaran HI. Nanti akan kami pasang penjor ada di Bundaran HI,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.
Pramono menyebutkan, seluruh agama harus diperlakukan sama di Jakarta. Dia juga kerap mengatakan, dirinya adalah gubernur bagi semua umat. Karena itu Pramono ingin seluruh hari besar keagamaan dapat dirayakan di Jakarta. Mulai dari saat Natal tahun lalu, Imlek, Ramadan, Idulfitri hingga Nyepi.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati memaparkan, panitia akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan terbagi dalam empat klaster utama yakni kegiatan keagamaan (Melasti, Tawur Agung Kesanga, Nyepi, Ngembak Geni).
Lalu kegiatan sosial dan kemasyarakatan, festival budaya dan pendidikan, termasuk parade ogoh-ogoh dan Dharma Santi sebagai silaturahmi pasca-Nyepi. Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan lokasi yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.
Melasti dijadwalkan pada 15 Maret 2026 di Pura Segara (Jakarta Utara) dan dihadiri umat Hindu se-DKI Jakarta. Sementara, Tawur Agung dilaksanakan pada 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun.
Tinggalkan Komentar
Komentar