Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan sebanyak 663 rumah bisa direnovasi melalui program bedah rumah pada 2026, oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Jakarta.
“Kita merencanakan 600 an rumah (akan dibedah). Dan yang di tahun 2025 sudah terlaksana semuanya sebanyak 445 rumah,” jelas Pramono saat dijumpai di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
Pramono pun mendukung agar target tersebut dapat tercapai pada tahun depan. Program ini bertujuan agar dana yang terkumpul oleh Baznas Bazis bisa betul-betul bermanfaat bagi masyarakat.
“Sebagai bagian bentuk transparansi, maka kenapa saya termasuk yang mendorong, menyetujui untuk bedah rumah ini diperbanyak. Supaya dana yang terkumpul dari Baznas/Bazis itu, betul-betul termanfaatkan untuk masyarakat atau rakyat yang kurang beruntung,” ujar Pramono.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Baznas/Bazis DKI Jakarta Akhmad H. Abubakar, memaparkan cara agar masyarakat dapat mendaftarkan diri untuk program bedah rumah.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan program bedah rumah itu melapor kepada RT, RW, kemudian sampai ke kelurahan. Nanti lurah akan melaporkan melalui kepala pelaksana wilayah masing-masing. Kalau Jakarta Pusat, kepala pelaksana Jakarta Pusat, bersama wali kotanya," ungkap Abubakar.
Tak hanya Baznas/Bazis, Pramono pun mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melakukan program bedah rumah, sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat di Ibu Kota.
Diketahui, sejak 2019 hingga 2025, Baznas Bazis telah melakukan bedah rumah di 3.509 rumah. Secara rinci, 706 rumah di Jakarta Barat, 501 rumah di Jakarta Pusat, 953 rumah di Jakarta Selatan, 1.162 rumah di Jakarta Timur, 293 rumah di Jakarta Utara dan 79 rumah Kepulauan Seribu.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berharap dinas-dinas di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memiliki program bedah rumah, sebagai wujud kepedulian dan gotong royong meningkatkan kesejahteraan warga di Ibu Kota.
Dia menyampaikan, permukiman menjadi salah satu masalah utama di Jakarta. Menurut Wagub, jumlah penduduk saat ini melebihi kapasitas luas wilayah. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun yang juga bertujuan membenahi lingkungan tak layak.
26 Unit Rumah
Sekadar informasi, hari ini, Senin (16/3), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyerahkan 26 unit rumah dari hasil program bedah rumah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis DKI kepada warga penerima manfaat di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Adapun program bedah rumah kali ini merupakan kolaborasi dari Baznas/Bazis DKI Jakarta bersama beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta.
“Hari ini secara resmi akan ada penyerahan 26 unit rumah. Yang terdiri dari Jakarta Pusat 10 unit, Jakarta Selatan 11 unit, Jakarta Utara 1 unit, Jakarta Barat 2 unit. Tadi saya meminta kepada penyelenggara untuk semua agama diberikan kesempatan mendapatkan bedah rumah ini,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin.
Pramono menjelaskan, dibutuhkan anggaran sebesar Rp50.000.000 hingga Rp55.000.000 untuk melakukan bedah rumah.
Selama rumah dibedah, warga pun sementara tinggal mengontrak atau menyewa kos. Biaya dari sewa kontrakan atau kos tersebut juga ditanggung oleh pihak Baznas Bazis.
Selain Bazis/ Baznas, PAM Jaya membedah 15 unit rumah, Dharma Jaya 10 unit rumah, Pertamina delapan unit, Pegadaian dua unit, Tokio Marine lima unit rumah dan PT Malahayati Nusantara Raya 16 unit rumah.
Sementara sejak 2019 hingga 2025, Baznas/Bazis telah melakukan bedah rumah di 3.509 rumah. Secara rinci, 706 rumah di Jakarta Barat, 501 rumah di Jakarta Pusat, 953 rumah di Jakarta Selatan, 1.162 rumah di Jakarta Timur, 293 rumah di Jakarta Utara dan 79 rumah Kepulauan Seribu.
Tinggalkan Komentar
Komentar