periskop.id - Kondisi pengamanan di titik perlintasan kereta api pasca-kecelakaan taksi Green SM di Bekasi Timur terpantau masih sangat minim. Berdasarkan pantauan Periskop.id di lokasi kejadian pada Rabu (29/4/2026) pukul 15.40 WIB, jalur kereta api ganda tersebut belum memiliki sistem portal resmi yang memadai.
Pada salah satu sisi rel, penjagaan hanya mengandalkan sebilah batang bambu yang dioperasikan secara manual. Sementara itu, di sisi jalur lainnya tidak terdapat pembatas atau portal sama sekali untuk menghalau kendaraan yang akan menyeberang.
Di tengah minimnya fasilitas pengamanan, keselamatan pengendara sepenuhnya bergantung pada inisiatif warga. Tampak dua orang laki-laki mengenakan kaos, salah satunya berambut panjang, berjaga tepat di tengah rel untuk mengatur arus lalu lintas.
Saat rangkaian kereta akan melintas, kedua penjaga sukarela tersebut sigap menahan laju mobil dan sepeda motor.
“Tahan, tahan,” teriak salah seorang penjaga untuk menghentikan antrean kendaraan di Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Secara bergantian, rekan lainnya menarik batang bambu manual untuk menutup akses jalan dari sisi satunya. Para pengendara patuh pada instruksi tersebut dan berhenti total sembari menunggu rangkaian KRL maupun kereta jarak jauh melintas.
Setelah jalur dipastikan aman, kendaraan dari dua arah baru diperbolehkan melintas kembali sesuai arahan kedua penjaga.
Meski pengaturan teknis penyeberangan masih dilakukan warga menggunakan bambu, di sekitar lokasi juga terlihat beberapa petugas berseragam. Sejumlah satpam tampak bersiaga di pinggir rel, sementara beberapa lainnya mempersiapkan pembangunan portal di dua sisi jalan.
“Hati-hati,” ungkap seorang penjaga.
Diketahui, insiden hebat melanda dunia transportasi kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Sebuah unit taksi milik operator asal Vietnam, Green SM, diduga kuat menjadi pemicu kecelakaan yang melibatkan tiga rangkaian kereta api sekaligus.
Kecelakaan bermula dari gangguan mesin yang dialami armada taksi listrik tersebut tepat di tengah perlintasan sebidang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan listrik itu awalnya hendak melintasi rel tanpa palang pintu di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, kawasan Bulak Kapal, Bekasi.
Saat itu situasi terpantau aman, namun mobil tiba-tiba mati total di tengah lintasan dan tidak dapat dinyalakan kembali oleh pengemudi.
Tinggalkan Komentar
Komentar