Periskop.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Festival (Kitafest) 2026. Hajatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

Festival yang menjadi bagian dari “Jakarta Road Safety Festival 2026” itu tidak hanya memberikan edukasi teknis berkendara aman, tetapi juga menanamkan pentingnya etika dan kesiapan mental saat berada di jalan raya.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Hermawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Jakarta. "Kegiatan ini mewujudkan kepedulian Pemprov DKI terhadap keselamatan berlalu lintas, terutama untuk para pelajar," ujar Ujang di Jakarta, Selasa (12/5). 

Dalam kegiatan Kitafest 2026, para peserta diajak memahami berbagai aspek keselamatan jalan, mulai dari tata cara berkendara yang benar, pengenalan rambu lalu lintas, hingga pentingnya menjaga etika saat menggunakan kendaraan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai moda transportasi publik Jakarta melalui stan interaktif yang menampilkan sarana dan prasarana transportasi perkotaan.

Pemprov DKI juga menyiapkan rangkaian lanjutan berupa roadshow edukasi keselamatan ke sekolah-sekolah di Jakarta. "Rangkaian kegiatan bukan hari ini saja, tanggal 18-19 Juli ada roadshow ke sekolah-sekolah di Jakarta," ujar Ujang.

Menurut dia, keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat atau pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, sekolah, hingga keluarga. Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati mengungkapkan angka kecelakaan lalu lintas di Jakarta masih menjadi perhatian serius.

Berdasarkan data santunan kecelakaan, rata-rata lebih dari 14 orang mengalami kecelakaan setiap hari di ibu kota. "14 orang itu yang diberikan santunan. Berarti yang tercatat (mengalami kecelakaan), di atas 14 orang. Jadi, dalam berkendara, utamakan selalu keselamatan," tutur Eliawati.

Ia menegaskan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) bukan satu-satunya indikator kesiapan seseorang berkendara di jalan raya. Menurutnya, pengendalian emosi dan kematangan mental juga menjadi faktor penting dalam keselamatan berkendara. "Kalau sudah di jalan raya, matangkan mental kita," ungkap Eliawati.

Ribuan Kecelakaan 
Data Polda Metro Jaya periode Januari-Februari 2026 mencatat terdapat 1.355 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan total 1.719 korban.

Dari jumlah tersebut:

  • 4% korban meninggal dunia,
  • 9% mengalami luka berat,
  • dan 87% mengalami luka ringan.

Angka tersebut menunjukkan kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu persoalan serius di kawasan metropolitan, terutama yang melibatkan usia produktif dan pelajar. Pemprov DKI menilai pendekatan edukatif menjadi langkah penting untuk membangun budaya berlalu lintas yang lebih aman dan disiplin.

Selain kampanye keselamatan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas transportasi publik, perbaikan fasilitas pejalan kaki, jalur sepeda, hingga pengawasan lalu lintas berbasis teknologi.

Berdasarkan data Korlantas Polri, faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Indonesia, mulai dari pelanggaran aturan, kelelahan, penggunaan ponsel saat berkendara, hingga perilaku agresif di jalan.

Melalui Kitafest 2026, Pemprov DKI berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara dapat meningkat sehingga angka kecelakaan di Jakarta dapat terus ditekan dalam beberapa tahun mendatang.