Periskop.id — Penerapan sistem perparkiran berbasis aplikasi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, membuktikan hasil positif. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat digitalisasi ini berhasil mendongkrak pendapatan retribusi daerah secara signifikan hingga mencapai 300%.
Kendati menunjukkan lompatan tajam, operasional di lapangan dinilai belum sepenuhnya ideal karena masih mengandalkan validasi manual. Untuk mengoptimalkan penerimaan dan menutup potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana mengintegrasikan sistem dengan kamera Closed Circuit Television (CCTV) berbasis Kecerdasan Buatan (AI).
“Sistem ini secara otomatis memvalidasi jumlah kendaraan keluar masuk dengan data transaksi yang tujuannya untuk mencegah kebocoran,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, Rabu (29/7).
Peremajaan Alat dan Uji Coba Pembayaran Tap Otomatis
Selain modernisasi di kawasan Monas, Dishub DKI juga menyoroti kondisi peralatan parkir tepi jalan (on-street parking) di sejumlah titik vital, salah satunya di kawasan Jalan Sabang, yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan peremajaan unit.
Penggunaan mesin pembayaran digital konvensional seperti QRIS maupun mesin EDC turut didorong agar terus diperbarui ke teknologi yang lebih cepat dan responsif.
“Kami sedang menguji coba berbagai inovasi sistem perparkiran modern berbasis tap otomatis yang lebih cepat dan efisien,” ujar Budi.
DPRD DKI Minta Evaluasi Total Efektivitas Digitalisasi
Langkah akselerasi teknologi ini mendapat perhatian serius dari legislatif. DPRD DKI Jakarta mendorong agar Dishub tidak hanya berfokus pada perluasan fitur, tetapi juga mengukur dampak riil dari implementasi digitalisasi parkir terhadap penerimaan daerah.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menekankan pentingnya transparansi serta pengukuran efektivitas sebelum Pemprov DKI melangkah ke tahap digitalisasi skala besar berikutnya. “Evaluasi sebelum melangkah ke tahap berikutnya,” tutur Nova.
Tantangan Kebocoran PAD dan Pengawasan Parkir di Jakarta
Upaya penataan dan perbaikan sistem retribusi parkir di ibu kota memang terus menjadi agenda prioritas. Mengutip laporan dari Kompas.com, Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta berulang kali menegaskan bahwa kebocoran PAD dari sektor parkir—baik on-street maupun off-street—masih menjadi tantangan klasik akibat tata kelola manual yang rentan penyimpangan.
Pemanfaatan teknologi sensor AI dan kamera penghitung kendaraan otomatis (vehicle counting camera) diharapkan mampu menyajikan data lalu lintas parkir secara real-time, transparan, serta akuntabel sehingga target retribusi Pemprov DKI dapat tercapai secara maksimal.
Tinggalkan Komentar
Komentar