Periskop.id - Optimalisasi pemanfaatan kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) di Jakarta dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya tantangan keamanan perkotaan. DPRD DKI Jakarta menilai keberadaan CCTV saat ini belum cukup jika tidak didukung sistem pengawasan yang aktif, terintegrasi, dan mampu merespons cepat berbagai gangguan keamanan di ibu kota.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu mengatakan, rencana nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya terkait integrasi CCTV, merupakan langkah penting yang sudah seharusnya segera direalisasikan.

"Saya melihat rencana MoU antara Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya terkait optimalisasi pemanfaatan CCTV ini sebagai langkah yang positif dan memang sudah mendesak," kata Kevin Wu di Jakarta, Senin (18/5). 

Menurut Kevin, Jakarta sebagai kota metropolitan sekaligus calon kota global tidak cukup hanya memiliki ribuan kamera pengawas yang tersebar di berbagai titik. Hal yang lebih penting adalah memastikan sistem tersebut benar-benar berfungsi secara maksimal dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung keamanan publik.

Ia menilai, CCTV seharusnya menjadi instrumen utama dalam mendukung respons cepat terhadap berbagai persoalan perkotaan, mulai dari kriminalitas jalanan, tawuran, begal, jambret, parkir liar, vandalisme, hingga pelanggaran di ruang publik.

"Jangan sampai CCTV hanya menjadi 'pajangan digital', ada kameranya, tetapi ketika kejadian justru rekamannya sulit dicari, tidak jelas siapa yang memantau, atau tidak cepat ditindaklanjuti," ujar Kevin.

Kevin menegaskan, konsep kota global tidak hanya diukur dari keberadaan gedung pencakar langit, transportasi modern, atau penyelenggaraan even internasional, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan masyarakat dan wisatawan. Karena itu, ia mendukung penuh kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya, namun meminta implementasi kebijakan tersebut dilakukan secara serius dan terukur.

SOP Pengelolaan
Salah satu poin penting yang disoroti adalah perlunya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait pengelolaan data CCTV. Termasuk siapa yang memiliki akses terhadap rekaman, mekanisme permintaan data, hingga durasi penyimpanan rekaman.

Selain itu, pemasangan CCTV dinilai harus berbasis pada peta kerawanan, bukan sekadar proyek pemasangan perangkat semata. Kevin meminta prioritas pemasangan CCTV diarahkan ke kawasan rawan kriminalitas, area transportasi publik, sekolah, pasar, permukiman padat, pusat ekonomi, hingga kawasan wisata.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan privasi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi pengawasan tersebut. "Bagi saya, ukuran keberhasilan MoU ini bukan saat penandatanganannya, tetapi apakah setelah itu, kasus kejahatan dan gangguan ketertiban bisa lebih cepat dicegah, pelaku lebih cepat ditangkap, dan warga merasa lebih aman. Itu yang harus menjadi target bersama," tegas Kevin.

Menurut data Pemprov DKI Jakarta sebelumnya, ribuan CCTV telah dipasang di berbagai titik strategis ibu kota sebagai bagian dari pengembangan konsep smart city dan sistem keamanan berbasis teknologi.

Polda Metro Jaya juga mulai memperkuat pemanfaatan pemantauan digital dalam penanganan kejahatan jalanan. Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebut sejumlah pengungkapan kasus kriminal berhasil dilakukan melalui informasi digital dan rekaman CCTV.

"Seluruh pengungkapan yang kami lakukan terhadap peristiwa pidana yang terjadi merupakan hasil informasi digital di media sosial dan respon cepat dari Polda Metro Jaya dalam upaya melakukan pengungkapan terhadap berbagai permasalahan hukum di tengah masyarakat," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers sebelumnya.

Penguatan sistem pengawasan berbasis CCTV juga menjadi perhatian sejumlah kota besar dunia. Kota seperti London, Singapura, hingga Seoul diketahui mengandalkan jaringan CCTV terintegrasi untuk mendukung keamanan publik, pengaturan lalu lintas, hingga penanganan situasi darurat secara real time.

Kevin menilai, Jakarta perlu bergerak ke arah yang sama jika ingin benar-benar menjadi kota global yang modern dan aman. "Kalau Jakarta ingin menjadi kota global, maka keamanan publik harus naik kelas. CCTV pun harus dimanfaatkan sebagai mata kota yang bekerja untuk melindungi warga, bukan sekadar alat yang dipasang, lalu dilupakan," pungkasnya.