periksop.id - Aktivitas tak terduga terjadi di sektor penambangan Bitcoin ketika lima perusahaan tambang besar menjual lebih dari 15.000 Bitcoin secara kolektif dalam kurun waktu lima bulan. Penjualan dalam skala besar ini terjadi di tengah penurunan harga Bitcoin yang cukup signifikan, sehingga menambah tekanan pada pasar.
Melansir BH News, Sabtu (7/3), aktivitas terbaru pada Februari mencatat penjualan bulanan tertinggi sejak Oktober, yang menandakan meningkatnya aksi jual di tengah harga yang terus melemah.
Sejak Oktober 2025 hingga Februari 2026, perusahaan seperti CORZ, CLSK, RIOT, BTDR, dan CANG menjadi pihak utama yang mendorong tren tersebut. Pada Oktober dan November, ketika harga Bitcoin masih berada di atas USD90.000, volume penjualan berkisar antara 1.300 hingga 1.500 BTC per bulan.
Situasi mulai berubah secara signifikan pada Desember, ketika total penjualan melonjak hingga mendekati 3.100 BTC. Peningkatan tersebut sebagian besar dipicu oleh langkah agresif yang dilakukan RIOT dalam melepas kepemilikan Bitcoin.
Pada Januari, jumlah penjualan kembali meningkat menjadi sekitar 3.600 BTC. Lonjakan ini mencerminkan aktivitas yang lebih intens dari sejumlah perusahaan tambang, termasuk CORZ, CLSK, dan BTDR.
Puncak penjualan terjadi pada Februari 2026, ketika lima perusahaan tersebut menjual sekitar 6.100 BTC. Angka ini melampaui total penjualan pada bulan-bulan sebelumnya secara gabungan, dengan kontribusi signifikan dari CANG.
Kenaikan penjualan pada Februari bertepatan dengan kondisi pasar yang melemah, di mana harga rata-rata Bitcoin turun hingga sekitar USD70.000. Kondisi tersebut turut memperkuat tekanan penurunan di pasar kripto.
Terlihat pula adanya hubungan terbalik antara harga Bitcoin dan volume penjualan oleh perusahaan tambang. Ketika kondisi pasar melemah dari Oktober hingga Februari, penjualan justru mencapai titik tertinggi meskipun harga berada pada level yang lebih rendah, mencerminkan tekanan yang dihadapi perusahaan penambang.
Tekanan tersebut terutama berasal dari biaya tetap yang harus ditanggung perusahaan tambang, seperti energi, peralatan, tenaga kerja, dan pembiayaan yang tetap berjalan meskipun harga pasar turun. Ketika profitabilitas Bitcoin menurun, penjualan aset menjadi langkah yang ditempuh untuk memenuhi kewajiban tersebut. Laporan Februari dari CleanSpark menyebutkan bahwa hampir seluruh produksi Bitcoin mereka dijual, menghasilkan pemasukan sebesar USD36,65 juta.
Tinggalkan Komentar
Komentar