periksop.id - Bitcoin (BTC) sempat mendekati level US$82.000 pada Senin, yang memicu lonjakan singkat permintaan terhadap posisi leverage bullish (taruhan harga naik). Selama lebih dari sepekan, Bitcoin mampu bertahan di sekitar US$80.000, sehingga banyak trader mulai berspekulasi bahwa harga masih berpotensi naik lebih tinggi.
Namun, indikator di pasar derivatif menunjukkan bahwa pelaku pasar profesional masih bersikap hati-hati. Hal ini membuat muncul pertanyaan, apakah Bitcoin benar-benar bisa mencapai US$85.000 dalam waktu dekat.
Salah satu indikator penting, yaitu funding rate tahunan untuk kontrak futures perpetual Bitcoin, sempat naik ke 6% pada Senin. Ini merupakan pertama kalinya dalam lebih dari sebulan indikator tersebut masuk ke wilayah netral hingga bullish.
Meski begitu, secara umum funding rate masih lebih sering berada di area negatif. Artinya, permintaan terhadap posisi bearish (taruhan harga turun) masih lebih besar. Kondisi ini tidak serta-merta menghalangi kenaikan harga, tetapi menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.
Melansir Cointelegraph, Selasa (12/5), Sentimen negatif ini kemungkinan dipicu oleh arus keluar dana (outflow) dari ETF spot Bitcoin yang terdaftar di AS pada Kamis dan Jumat. Arus dana ETF sering dijadikan indikator minat investor institusional. Ketika terjadi pembalikan arus keluar, apalagi saat Bitcoin gagal menembus US$82.000 dalam beberapa percobaan, hal ini menimbulkan kekhawatiran di pasar.
Penambang Bitcoin Mulai Lirik AI, Tapi Jaringan Tetap Kuat
Di sisi lain, sektor kecerdasan buatan (AI) semakin menarik perhatian investor, terutama setelah beberapa perusahaan penambang Bitcoin mulai beralih ke bisnis komputasi berkinerja tinggi.
Perusahaan Iren mengumumkan kesepakatan besar senilai US$34 miliar dengan Nvidia pada Jumat. Selain itu, Core Scientific juga mengumumkan rencana ekspansi fasilitasnya di Muskogee, Oklahoma.
Sempat muncul kekhawatiran bahwa para penambang akan meninggalkan jaringan Bitcoin demi AI. Hal ini terlihat dari hashrate Bitcoin yang turun ke level terendah dalam delapan minggu pada 26 April.
Namun, data terbaru menunjukkan ketahanan jaringan yang cukup kuat. Dalam dua minggu terakhir, daya komputasi jaringan Bitcoin justru naik sekitar 5% menjadi 970 exahash per detik. Meski masih di bawah puncaknya di 1.150 exahash per detik, kekhawatiran bahwa penambang akan meninggalkan Bitcoin terbukti berlebihan.
Trader Masih Waspada, Risiko Koreksi Masih Ada
Meski jaringan tetap kuat, sentimen bullish di kalangan trader belum sepenuhnya pulih. Harga Bitcoin saat ini masih sekitar 35% di bawah rekor tertingginya (all-time high).
Indikator lain, yaitu delta skew opsi Bitcoin (put-call), berada di level 10% pada Senin, tidak berubah dari pekan sebelumnya. Opsi jual (put) diperdagangkan dengan harga premium, yang menunjukkan bahwa investor besar (whales) dan market maker masih enggan mengambil risiko penurunan harga.
Baik karena faktor ekonomi maupun geopolitik, pelaku pasar profesional tampak masih khawatir akan potensi koreksi.
Faktor Global: Minyak Naik dan Ketegangan Geopolitik
Di luar pasar kripto, harga minyak mentah Brent melonjak di atas US$105 pada Senin. Kenaikan ini dipicu oleh kondisi Selat Hormuz yang masih sebagian tertutup akibat konflik di Iran.
Presiden AS Donald Trump menyebut tuntutan terbaru Iran sebagai “sangat tidak dapat diterima,” sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa konflik tidak akan berakhir sampai cadangan uranium yang diperkaya milik Iran “dihilangkan.”
Arah ke US$85.000 Masih Terbuka
Dari sisi korporasi, Strategy mengumumkan pembelian Bitcoin senilai US$43 juta setelah sempat berhenti selama satu minggu. Pembelian ini didanai melalui penjualan saham perusahaan.
Kesimpulannya, meskipun pasar derivatif masih menunjukkan sentimen yang agak bearish, peluang Bitcoin untuk naik ke US$85.000 masih terbuka lebar. Terlebih, jika kembali terjadi arus masuk dana ke ETF spot Bitcoin dalam waktu dekat, hal tersebut bisa menjadi katalis yang dibutuhkan untuk mendorong harga naik lebih tinggi.
Tinggalkan Komentar
Komentar