periskop.id - Sebuah investigasi terbaru dari The New York Times mengklaim telah menemukan identitas sosok di balik pencipta bitcoin yang selama ini dikenal dengan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Dalam laporan tersebut, Adam Back, CEO Blockstream yang juga seorang kriptografer ternama, disebut sebagai kandidat terkuat pencipta sistem mata uang digital yang diperkenalkan pada 2008 itu. Meski begitu, Back kembali membantah tuduhan tersebut melalui sejumlah unggahan di platform X.

Di sisi lain, komunitas kripto menilai bahwa siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto bukanlah hal yang terlalu penting secara finansial. Mereka berpendapat, meskipun identitasnya terungkap, hal itu tidak akan banyak memengaruhi fundamental bitcoin. Pasalnya, bitcoin telah berjalan secara independen selama lebih dari 10 tahun tanpa campur tangan penciptanya.

Melansir CNBC International, Jumat (10/4), Blockstream menegaskan bahwa laporan tersebut hanya didasarkan pada interpretasi dan spekulasi, bukan bukti kriptografi yang kuat. Back sendiri juga menegaskan bahwa dirinya bukan Satoshi Nakamoto.

Investigasi yang dilakukan selama satu tahun oleh jurnalis John Carreyrou menemukan sejumlah kemiripan antara Back dan Satoshi, seperti gaya bahasa, ejaan, serta waktu aktivitas online. Selain itu, Back juga diketahui mengembangkan Hashcash, sistem proof-of-work yang menjadi dasar penting dalam proses mining bitcoin.

Upaya mengungkap identitas Satoshi Nakamoto ini bukan yang pertama. Selain Adam Back, beberapa nama lain yang sering disebut antara lain ilmuwan komputer Hal Finney dan Nick Szabo.

Bahkan, dalam dokumenter HBO tahun 2024 berjudul Money Electric: The Bitcoin Mystery, sosok pengembang Peter Todd juga pernah disebut sebagai kandidat pencipta bitcoin.