Periskop.id - Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data Bloomberg, kurs dolar AS tercatat di level Rp17.960 per dolar.

Penguatan dolar AS terhadap rupiah pada sesi pagi ini mencapai 101 poin, setara 0,57% dari posisi sebelumnya.

Tekanan dolar AS tidak hanya dirasakan rupiah. Won Korea Selatan juga turut melemah terhadap mata uang Amerika tersebut.

Dolar AS terpantau menguat sebesar 3,07% terhadap won Korea Selatan, jauh lebih besar dibandingkan pelemahan yang dialami rupiah.

Di sisi lain, tidak semua mata uang utama dunia bergerak merespons penguatan dolar AS pada sesi yang sama.

Kurs dolar AS terhadap dolar Kanada tercatat stagnan, tanpa perubahan berarti pada perdagangan hari ini.

Kondisi serupa terjadi pada franc Swiss (CHF). Pasangan dolar AS dengan mata uang Swiss itu juga tidak menunjukkan pergerakan signifikan.

Dolar Hong Kong pun berada pada posisi yang sama. Kursnya terhadap dolar AS terpantau tidak bergerak atau stagnan pada sesi Rabu ini.

Dengan demikian, pelemahan pada sesi ini lebih terkonsentrasi pada mata uang Asia, khususnya rupiah dan won Korea Selatan, dibandingkan mata uang kawasan lainnya.

Rupiah tercatat melemah 0,57% ke level Rp17.960, sementara won Korea Selatan mengalami tekanan lebih dalam dengan koreksi 3,07% terhadap dolar AS berdasarkan data Bloomberg hari ini.