periskop.id - Ratusan buruh menggeruduk Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, saat Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Selasa (9/12).
Ratusan buruh datang dengan membawa spanduk dan bendera dari setiap organisasinya. Mereka tiba sekitar pukul 13.30 WIB di Gedung Merah Putih KPK dengan tiga mobil komando.
“Buruh bersatu lawan KPK,” kata salah seorang orator di atas mobil komando dengan lantang yang disambut teriakan massa aksi kompak berkata, “Lawan!”.
Salah seorang orator lainnya juga mendesak agar KPK segera menemukan titik terang dugaan korupsi Whoosh dan kasus yang melibatkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
“Pimpinan KPK, segera usut kasus Whoosh dan kasus Bobby Nasution,” ucap seorang orator.
Seorang orator lainnya juga menegaskan, aksi yang diselenggarakan bertepatan dengan Hakordia ini menjadi sikap rakyat bukan bagian dari masalah, apa lagi koruptor.
“Untuk memperingati hari antikorupsi yang sifatnya hanya seremonial belakang, mengulang-ulang tuntutan kepada KPK dan aparat penegak hukum lainnya dan berulang kali kita mendapatkan kekecewaan. Tapi sekali lagi kita berdiri di sini untuk meneguhkan sikap bahwa kita bukan bagian dari masalah, bukan dari bagian koruptor, dan bukan pendukung koruptor,” ucap seorang orator.
Tak hanya orator yang bersuara, massa aksi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap lembaga antirasuah ini melalui poster-poster.
“Tangkap dan Adili Jokowi!”
“Usut tuntas gratifikasi keluarga Jokowi.”
“Ayo bangun negara dengan jujur!”
“Tangkap M. Suryo tersangka korupsi kereta api.” dan “Tangkap Paulus Tannos tersangka korupsi e-KTP.”
Ada juga poster besar yang bertuliskan Komisi Pembela Koruptor dengan menampilkan visual foto lima pimpinan KPK, yaitu Ketua KPK Setyo Budiyanto, Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, dan Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki.
“Kerugian negara ratusan juta diusut. Tapi yang ribuan triliun dibiarkan? Sumatera bukti nyata korupsi pejabat, usut tuntas,” tulis poster besar tersebut.
Selain itu, aksi unjuk rasa saat Hakordia di depan Gedung KPK ini juga membuka penggalangan dana peduli bencana alam. Beberapa massa aksi tampak memberikan dana untuk membantu korban bencana Sumatra.
Tinggalkan Komentar
Komentar