periskop.id - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Fahri Hamzah mengungkapkan wacana pemilihan kepala daerah kembali oleh DPRD masih dalam proses pengkajian oleh koalisi partai pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan internal setiap partai. Sebab, partai-partai yang saat ini tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah ingin mencari jalan terbaik untuk kemakmuran, kemajuan, dan kesejahteraan rakyat.

“Demokrasi itu ada pendulumnya. Kadang-kadang kalau dia terlalu jauh ke kanan, ada ongkosnya. Ke kiri, ada ongkosnya. Jadi, kita mencari jalan yang baik, jalan yang pas untuk rakyat dan bangsa Indonesia sehingga kita betul-betul maksimalkan hasilnya, yaitu untuk kemakmuran, kemajuan, dan kesejahteraan rakyat kita. Saya kira itu yang sedang kita pikirkan di koalisi, dan tentunya terbuka diskusinya,” kata Fahri Hamzah, di Istana Kepresidenan, Selasa (30/12).

Selain itu, Fahri juga menyampaikan, dalam parpolnya, wacana kepala daerah itu dikaji secara internal. Pihaknya memfokuskan pembahasan kepada perwakilan partai di setiap daerah. 

“Partai-partai (koalisi) sendiri secara internal, mereka melakukan kajian, karena kalau seperti kami di Gelora, tidak punya anggota (perwakilan) di pusat (DPR), tetapi ada di daerah-daerah, dan kami mengevaluasi dinamika dari teman-teman di daerah. Tetapi sekali lagi, kata kuncinya adalah ini dalam rangka konsolidasi demokrasi Indonesia,” ujar Fahri.

Setelah itu, Fahri mengajak semua pihak untuk menempatkan wacana itu sebagai niat yang baik untuk perjalanan bangsa ke depan. Dengan diterapkannya aturan pemilihan ini, Fahri berharap Indonesia mengalami perkembangan ke arah positif. 

"Tema ini tema besar, dan tentu kita semua harus memahaminya sebagai satu niat agar bangsa ini berjalan ke depan secara lebih positif," tutur dia.

Secara personal, ia menilai, semua harus dilihat ke arah yang lebih baik, yaitu lebih efektif dan efisien. Penilaian Fahri tersebut usai menanggapi tentang wacana pemilihan kepala daerah itu secara personal, bukan atas nama partai.  

“Pada prinsipnya, kan ada level-level otonomi ya. Sekarang ini sudah ada otonomi tingkat III, di mana kita juga sudah punya Dana Desa ya sehingga di masyarakat, desa pun itu ada otonomi. Ada otonomi tingkat II, dan otonomi tingkat III, tinggal pembagian tugas ya dalam fungsi di kamar masing-masing, eksekutif, legislatif, yudikatif. Itu yang sedang dibagi, supaya semuanya berjalan efisien, semuanya berjalan maksimal dan efektif,” jelas Fahri.

Diketahui, Partai Gelora saat ini tergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintah bersama Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKB, Partai Demokrat, PKS, NasDem, PPP, Partai Bulan Bintang, PSI, Partai Garuda, PRIMA, dan satu partai lokal, yaitu Partai Aceh.