periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tidak ada penambahan korban jiwa dalam penanganan pascabencana di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, per Jumat (2/1).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, operasi pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan fokus pada titik-titik yang telah diidentifikasi sebelumnya. Ia menyampaikan, jumlah korban hilang hingga kini juga belum mengalami perubahan.

“Rekapitulasi korban jiwa per hari ini tidak ada penambahan. Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan harapan ke depan tidak ada lagi korban di titik-titik pencarian,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (2/1).

BNPB mencatat jumlah pengungsi mengalami sedikit penurunan sebanyak 73 jiwa. Dengan demikian, total pengungsi di tiga provinsi terdampak saat ini berjumlah 380.287 jiwa.

Abdul Muhari menyampaikan rincian dampak korban di masing-masing provinsi. Di Aceh, tercatat 530 orang meninggal dunia, 31 orang hilang, dan 356.658 jiwa mengungsi. Di Sumatera Utara, korban meninggal dunia mencapai 365 orang, dengan 60 orang hilang dan 13.926 jiwa mengungsi. Sementara di Sumatera Barat, tercatat 262 orang meninggal dunia, 74 orang hilang, dan 9.703 jiwa mengungsi. 

Secara keseluruhan, total korban meninggal dunia mencapai 1.157 orang, korban hilang 165 orang, dan pengungsi 380.287 jiwa.

Dalam perkembangan penanganan, BNPB menyebutkan semakin banyak daerah terdampak yang memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan. Hingga saat ini, 23 kabupaten/kota telah resmi berstatus transisi darurat, yaitu 6 di Aceh, 8 di Sumatera Barat, dan 9 di Sumatera Utara.

Di samping itu, terdapat 8 kabupaten/kota dalam proses penetapan status transisi darurat ke pemulihan, yaitu 2 di Aceh, 5 di Sumatera Utara, dan 1 di Sumatera Barat.

“Artinya, sudah 31 kabupaten kota atau lebih dari 60 persen wilayah terdampak saat ini masuk pada fase awal pemulihan,” ujar Abdul Muhari.

BNPB berharap, memasuki tahun 2026, proses pemulihan kondisi dan situasi di lapangan dapat berjalan lebih optimal seiring dengan beralihnya sebagian besar wilayah ke tahap awal recovery.