periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera di mana total korban meninggal dunia kini menembus angka 1.178 jiwa, dengan Provinsi Aceh mencatatkan angka kematian tertinggi.
“Per hari ini juga terjadi penambahan satu korban meninggal dunia dari Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (6/1).
Berdasarkan pemutakhiran data, Aceh menjadi wilayah paling terdampak parah dengan akumulasi 543 korban jiwa. Sementara itu, fokus pencarian orang hilang kini tertuju ke Sumatera Barat yang masih mencatatkan 74 orang dalam pencarian.
Secara nasional, jumlah korban yang dinyatakan hilang tersisa 147 jiwa. Tim gabungan di lapangan terus bekerja keras menyisir lokasi-lokasi terdampak guna menemukan keberadaan para korban tersebut.
BNPB juga menyoroti data pengungsian yang mulai menunjukkan tren penurunan, meskipun angkanya masih tergolong tinggi. Saat ini tercatat ada 242.174 warga yang masih bertahan di posko-posko pengungsian.
Sebaran pengungsi terbesar kembali didominasi oleh wilayah Aceh dengan total 217.780 jiwa. Konsentrasi massa paling padat berada di Kabupaten Aceh Tamiang yang mencapai 74.735 jiwa.
Selain itu, Kabupaten Aceh Utara juga mencatat angka pengungsian masif sebanyak 67.876 jiwa. Wilayah dataran tinggi Kabupaten Gayo Lues menyusul di urutan berikutnya dengan 19.906 pengungsi.
Abdul menjelaskan penurunan jumlah pengungsi ini terjadi seiring membaiknya situasi di beberapa titik bencana. Angka saat ini jauh berkurang dibandingkan puncak krisis pada bulan lalu.
“Pengungsi ini terus menurun dengan puncak pada 8 Desember lalu, yaitu mencapai 1.057.450 jiwa. Seiring dengan peningkatan hasil pencarian dan pertolongan, jumlah korban yang dinyatakan hilang juga makin berkurang,” jelasnya.
Operasi pencarian dan pertolongan dipastikan terus berlanjut. BNPB menjadwalkan operasi ini berjalan hingga evaluasi fase tanggap darurat tingkat provinsi pada akhir masa perpanjangan ketiga, yakni 8 Januari mendatang.
Pemerintah pusat menyampaikan rasa duka mendalam atas besarnya jumlah korban dalam tragedi ini. Dukungan moral terus mengalir bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Sekali lagi, pemerintah dan pemerintah daerah menyampaikan simpati dan duka cita yang mendalam. Kita mendoakan agar seluruh korban jiwa diterima di tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkas Abdul.
Tinggalkan Komentar
Komentar