periskop.id – Perum Bulog menjamin stabilitas pasokan pangan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana tetap aman terkendali, mengingat dampak kerusakan di wilayah tersebut tidak merata dan stok gudang masih mumpuni.
“Untuk stok beras per 8 Januari di Padang dan wilayah Sumatera Barat tercatat sebanyak 5.508 ton,” kata Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (9/1).
Rizal menjelaskan bahwa Bulog tidak hanya mengandalkan stok eksisting semata. Pihaknya tengah melakukan mobilisasi pasokan tambahan secara masif dari Jakarta untuk mempertebal cadangan pangan daerah.
Sebanyak 30.000 ton beras saat ini sedang dalam perjalanan laut. Kapal pengangkut logistik tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok dan dijadwalkan segera bersandar di Pelabuhan Padang.
Infrastruktur penyimpanan di Ranah Minang pun dinilai sangat siap. Bulog mengoperasikan sekitar 12 komplek pergudangan yang kondisinya saat ini relatif penuh dengan komoditas pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng.
Khusus untuk komoditas minyak goreng, data Bulog menunjukkan angka ketersediaan yang meyakinkan. Tercatat ada stok sebanyak 15.928 kiloliter yang disiagakan untuk kebutuhan harian maupun situasi darurat.
Terkait realisasi bantuan bencana, Bulog telah bergerak cepat. Penyaluran beras khusus untuk penanganan bencana alam di Sumbar sudah menyentuh angka 1.069 ton, ditambah bantuan lintas wilayah ke Padang sebesar 160 ton.
Penyaluran langsung ke tangan masyarakat terdampak juga menunjukkan angka signifikan. Total bantuan pangan beras yang didistribusikan mencapai 6.795 ton, didampingi bantuan minyak goreng sebanyak 1.359 kiloliter.
Jenis bantuan yang diberikan ternyata tak melulu soal urusan perut. Bulog bersinergi dengan instansi lain mendistribusikan dana tunai, pakaian layak pakai, hingga peralatan dapur seperti kompor bagi warga yang kehilangan harta benda.
Menutup laporannya, Rizal menilai proses pemulihan di Sumatera Barat berjalan lebih cepat dibandingkan wilayah lain. Status tanggap darurat di provinsi ini diperkirakan telah berakhir seiring situasi lapangan yang kian kondusif.
Tinggalkan Komentar
Komentar