periskop.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan dukungan penuh kepada komika Pandji Pragiwaksono untuk terus berkarya menanggapi polemik materi stand up comedy bertajuk "Mens Rea". Ia menilai kritik maupun masukan yang disampaikan melalui panggung komedi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi generasi muda yang sah.
"Saya mendukung anak-anak muda Indonesia, termasuk Saudara Pandji Pragiwaksono untuk terus berkarya dan menyuarakan masukan yang bermanfaat untuk pembangunan bangsa, sesuai dengan penghormatan terhadap norma serta nilai-nilai lokal, budaya, dan agama," ujar Gibran dalam keterangan resminya, Rabu (4/2).
Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara demokratis. Ruang bagi setiap warga negara untuk berpendapat dan berekspresi harus tetap terbuka lebar tanpa rasa takut.
Gibran memandang apa yang dilakukan oleh Pandji di atas panggung adalah bentuk pengutaraan pendapat lewat medium seni. Hal ini seharusnya dimaknai sebagai dialektika yang sehat dalam kehidupan berbangsa.
Sebelumnya, materi komedi Pandji dalam pertunjukan spesial "Mens Rea" menuai kontroversi hingga berujung laporan polisi. Materi tersebut dianggap menyinggung kinerja Gibran dan dituduh bermuatan penghasutan.
Menanggapi laporan tersebut, Pandji Pragiwaksono sendiri mengaku tidak gentar. Ia menegaskan tidak kapok untuk terus menggelar pertunjukan stand up comedy di masa mendatang meskipun tengah menghadapi masalah hukum.
Pandji menjelaskan bahwa "Mens Rea" lahir dari niat murni untuk menghibur masyarakat, bukan untuk tujuan kriminal. Ia membantah adanya niat jahat atau mens rea dalam setiap materi yang dibawakannya.
"Ya memang enggak ada niat jahat, maunya bikin orang ketawa. Jadi, untuk saya, enggak kapok," katanya saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (3/2).
Komika senior ini memastikan akan terus memproduksi karya-karya baru setelah "Mens Rea". Ia berjanji materi-materi selanjutnya tetap akan menyuarakan apa yang dirasakan oleh publik.
Menurut Pandji, setiap materi yang ia bawakan di atas panggung merupakan representasi dari keresahan kolektif. Komedi menjadi saluran untuk mengubah kegelisahan masyarakat menjadi tawa yang merefleksikan realitas sosial.
"Artinya, apa pun yang saya bawakan di atas panggung, ketika sudah disajikan dalam sebuah pertunjukan, itu adalah karena dia mewakili keresahan masyarakat banyak dan itu bisa membuat tawa orang banyak," sebut Pandji.
Tinggalkan Komentar
Komentar