periskop.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan data statistik terkait capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menyalurkan 4,5 miliar porsi makanan. Berdasarkan data tersebut, Prabowo mengklaim tingkat keberhasilan keamanan pangan program ini mencapai 99,999%.

Prabowo mengakui adanya kendala teknis di lapangan, tetapi ia menekankan jumlah insiden sangat kecil dibandingkan skala distribusi secara nasional.

“Kita sudah menghasilkan sampai hari ini 4,5 miliar porsi makanan. Dan kita masih ada kekurangan, saya dapat laporan kurang lebih 28.000 penerima manfaat mengalami gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut, dan sebagainya,” kata Prabowo dalam sambutannya pada acara peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Jakarta Barat, Jumat (13/2).

Prabowo merinci perhitungan matematis untuk menunjukkan efektivitas program tersebut. Menurutnya, angka 28.000 kasus dibandingkan dengan 4,5 miliar porsi hanya setara dengan 0,0006%.

“Artinya 99,9994% berhasil. Itu kalau di statistik dibulatkan ke atas, berarti 99,999% berhasil. Di mana ada usaha manusia yang 100%? Ada, tapi tidak gampang dicapai," jelasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut performa keamanan pangan Indonesia saat ini berada di atas standar negara-negara maju. Ia mengaku baru saja menerima laporan perbandingan internasional tersebut dua hari lalu.

“Kita punya statistik sampai hari ini lebih baik dari Jepang dan lebih baik dari Eropa. Insyaallah kita pertahankan, kalau bisa kita kurangi lagi insidennya. Kalau demikian, ya kita tidak boleh terlalu kecil hati,” ungkap Prabowo.

Meskipun mengklaim keunggulan statistik tersebut, Presiden tetap meminta agar data terus diverifikasi untuk memastikan kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga di masa mendatang.