periskop.id - Friday the 13th atau Jumat tanggal 13 merupakan tanggal yang dianggap membawa kesialan menurut kepercayaan dan budaya Barat. Hal ini mirip 
dengan anggapan bahwa bertemu kucing hitam, berjalan di bawah tangga, membuka payung di dalam ruangan, atau memecahkan cermin bisa mendatangkan nasib buruk.

Jumat tanggal 13 terjadi saat tanggal 13 dalam kalender Gregorian bertepatan dengan hari Jumat. Peristiwa ini pasti muncul minimal satu kali dalam setahun, bahkan pada tahun tertentu bisa terjadi sampai tiga kali. Secara rata-rata, kemunculannya berselang sekitar 212 hari sekali.

Sejarah Jumat Tanggal 13

Kaitan antara Jumat tanggal 13 dan kesialan pertama kali tercatat dalam tulisan di Prancis pada abad ke-19. Pada tahun 1834, majalah sastra Prancis Revue de Paris memuat artikel karya penulis Italia, Marquis de Salvo, yang menceritakan tentang seorang bangsawan Sisilia yang membunuh putrinya pada Jumat tanggal 13. Artikel berjudul “Le Château de Carini” itu bahkan menyebutkan, “Hari Jumat dan angka 13 selalu membawa kesialan!”

Di tahun yang sama, sebuah tokoh dalam drama Prancis berjudul Les Finesses de gribouille (Kecerdikan Gribouille) karya Claude-Louis-Marie de Rochefort-Luçay dan Philippe-François Pinel Dumanoir berkata, “Saya lahir pada Jumat, 13 Desember 1813, dan dari situlah semua kemalangan saya berasal.”

Stephanie Hall, peneliti di American Folklife Center, Library of Congress, menjelaskan bahwa kepercayaan ini mungkin berawal dari anggapan bahwa hari Jumat dan angka 13 masing-masing sudah dianggap membawa sial. Ia juga berpendapat bahwa awalnya yang dianggap sial mungkin hanya Jumat, 13 Desember, seperti yang disebutkan dalam drama tersebut.

Memasuki pertengahan abad ke-19, contoh-contoh tentang Jumat Tanggal 13 sebagai hari sial semakin banyak ditemukan di Prancis.

Sementara itu, di Amerika Serikat, bukti tentang kepercayaan ini muncul pada akhir abad ke-19. Seorang mantan kapten Union dalam Perang Saudara Amerika bernama William Fowler mendirikan Thirteen Club, sebuah perkumpulan eksklusif yang justru bertujuan menantang berbagai takhayul tentang kesialan.

Klub ini beranggotakan 13 orang (termasuk Fowler). Mereka berkumpul setiap tanggal 13 setiap bulan, menyantap hidangan 13 menu di ruang nomor 13 di Knickerbocker Cottage, New York City. Pertemuan perdana digelar pada pukul 20.13, Jumat, 13 Januari 1882.

Menariknya, sebelum makan bersama, para anggota harus berjalan di bawah tangga dengan spanduk bertuliskan “Morituri te Salutamus” (bahasa Latin yang berarti “Kami yang akan mati memberi salam kepadamu”), sebagai simbol perlawanan terhadap takhayul.

Agama dan Mitologi: Asal-usul Jumat Tanggal 13

Para ahli sulit menentukan secara pasti asal-muasal takhayul Jumat tanggal 13 dalam mitologi. Namun, baik angka 13 maupun hari Jumat sudah lama dianggap membawa kesialan di beberapa budaya.

Ketidakberuntungan angka 13 dapat ditelusuri dari mitologi Nordik, dalam kisah tentang dewa tipu daya Loki yang menyusup ke pesta di aula megah Valhalla. Awalnya, hanya ada 12 dewa di pesta tersebut, tetapi Loki datang tanpa diundang, menjadi dewa ke-13, dan menipu dewa buta Höður agar menembak saudaranya, Balder, dewa cahaya dan kebaikan, dengan panah.

Dalam agama Kristen, angka 13 juga dikenal membawa sial melalui cerita Perjamuan Terakhir, yaitu ketika murid Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus sehingga menimbulkan penyaliban pada hari berikutnya (Jumat Agung), sering disebut sebagai tamu ke-13.

Selain itu, kisah-kisah Alkitab juga mengaitkan hari Jumat dengan kesialan. Hari Jumat diyakini sebagai hari ketika Adam dan Hawa memakan buah terlarang dari pohon pengetahuan, yang menandai dosa pertama. Hari ini juga dikaitkan dengan pembunuhan Habel oleh Kain, hari Kuil Salomo dihancurkan, dan hari Banjir Besar dimulai.

Fakta Menarik tentang Friday the 13th

1. Bisa Terjadi Hingga Tiga Kali Setahun
Jumat tanggal 13 setidaknya muncul satu kali setiap tahun. Namun, dalam kondisi tertentu, tanggal ini bisa muncul hingga tiga kali dalam setahun. Semua tergantung pada bagaimana susunan kalender pada tahun tersebut.

2. Ada Istilah Ilmiahnya: Paraskevidekatriaphobia
Percaya atau tidak, ketakutan terhadap Jumat tanggal 13 punya nama ilmiah yang cukup rumit, yaitu paraskevidekatriaphobia. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani dan secara harfiah berarti ‘ketakutan terhadap Jumat tanggal 13’.

3. Banyak Gedung Sengaja Melewati Angka 13
Di sejumlah negara Barat, angka 13 dianggap membawa sial. Karena itu, banyak hotel dan gedung tinggi yang sengaja tidak menggunakan nomor lantai 13. Biasanya, setelah lantai 12 langsung lompat ke 14. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekhawatiran penyewa atau tamu.

4. Bisa Berdampak pada Aktivitas Ekonomi
Takhayul soal Jumat tanggal 13 ternyata tidak hanya soal kepercayaan, tetapi juga bisa memengaruhi perilaku masyarakat. Beberapa orang memilih menunda perjalanan, pembelian besar, atau acara penting karena merasa tanggal tersebut kurang beruntung. Kondisi ini bahkan disebut-sebut bisa berdampak pada aktivitas ekonomi.

5. Tidak Semua Negara Menganggap 13 Itu Sial
Meski di banyak negara Barat angka 13 identik dengan kesialan, tidak semua budaya berpikir demikian. Di Italia, misalnya, angka 17 justru lebih sering dianggap membawa sial. Sementara di beberapa negara Asia, angka 4 lebih dihindari karena pelafalannya mirip dengan kata “kematian”.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa anggapan tentang angka sial sangat dipengaruhi oleh budaya masing-masing.