periskop.id - Ketua DPR RI Puan Maharani merespons merosotnya nilai tukar Rupiah yang kini menembus Rp17.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. DPR mendesak pemerintah segera melakukan langkah mitigasi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan ketahanan fiskal.
Dampak serangan militer di Iran tidak hanya memicu pelemahan mata uang, tetapi juga mendongkrak harga minyak dunia hingga naik 25%.
"Kami sudah meminta kepada pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk memitigasi hal ini," kata Puan di Gedung DPR, Selasa (10/3).
Puan menjelaskan, DPR RI yang baru saja memulai masa sidang akan segera memanggil pihak-pihak terkait dari unsur pemerintah. Komisi-komisi di parlemen diinstruksikan berkoordinasi intensif dengan mitra kerja mereka guna menyusun strategi perlindungan ekonomi.
"Tentu saja nantinya komisi terkait akan meminta kepada mitra-mitranya atau kepada pemerintah untuk memitigasi hal tersebut," ungkap Puan.
Langkah mitigasi ini dinilai mendesak agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tidak goyah akibat dinamika global. DPR ingin memastikan anggaran negara tetap relevan dan mampu menahan beban ekonomi dari lonjakan harga komoditas dan nilai tukar.
"Sehingga APBN 2026 nantinya bisa menyesuaikan dengan situasi global yang sedang terjadi saat ini," lanjutnya.
Diketahui, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan adanya kerusakan dan korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan itu.
Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Iran menyatakan tidak berencana melakukan perundingan dengan Amerika Serikat dan akan melanjutkan permusuhan di antara mereka. Kondisi ini memengaruhi berbagai aspek, terutama ekonomi.
Tinggalkan Komentar
Komentar