Periskop.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melaporkan, Pemerintah Arab Saudi memastikan jamaah tetap dapat melaksanakan ibadah umrah dengan aman. Jaminan ini diberikan di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Para jamaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti,” kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII di Jakarta, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan eskalasi konflik di Timur Tengah telah berdampak pada stabilitas keamanan regional dan aktivitas transportasi udara internasional. Sejumlah negara di kawasan tersebut menutup ruang udara, terutama pada jalur yang selama ini menjadi lintasan utama penerbangan internasional menuju kawasan Teluk.
“Penutupan ruang udara tersebut menyebabkan terganggunya sejumlah penerbangan internasional, khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” kata Irfan.
Akibat kondisi tersebut proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah umrah, terutama yang menggunakan penerbangan transit, mengalami gangguan.
Meski demikian, kata dia, berdasarkan laporan dari perwakilan pemerintah serta koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, situasi keamanan di kota-kota utama tujuan ibadah seperti Jeddah, Makkah, dan Madinah, tetap dalam kondisi aman.
Berdasarkan laporan yang diterimanya hingga 11 Maret 2026, tercatat sebanyak 50.374 orang jamaah umrah masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut sekitar 14.115 orang berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat gangguan penerbangan.
“Kami sudah memanggil seluruh PPIU yang terkait untuk memastikan penanganan jamaah berjalan baik,” kata Irfan.
Tunda Keberangkatan
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, justru meminta, calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat, untuk menunda keberangkatannya. Hal ini seiring dengan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang menurutnya semakin dinamis dan tidak menentu.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamenhaj di Jakarta, Minggu.
Pemerintah juga meminta jamaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), guna memastikan jamaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jamaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” cetusnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Seluruh pihak diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.
Tinggalkan Komentar
Komentar