Periskop.id - TNI Angkatan Laut membuka jalur baru untuk kegiatan mudik gratis pada Lebaran 2026, yakni dari Jakarta menuju Bangka Belitung menggunakan kapal perang Republik Indonesia (KRI).
"Ada permintaan dari Bangka Belitung, ini juga kemungkinan akan kita penuhi dari Jakarta ke Bangka Belitung ya," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali saat jumpa pers di Dermaga Kolinlamil Jakarta Utara, Rabu (11/3).
Ali menjelaskan, dengan adanya jalur baru ini, TNI AL akan membuka layanan mudik gratis ke tiga kota, yakni Semarang, Surabaya, dan Bangka Belitung. Tidak hanya saat arus mudik, Ali memastikan pihaknya akan membuka layanan arus balik dari tiga kota tersebut menuju Jakarta.
Ali melanjutkan pihaknya akan mengerahkan dua kapal perang jenis landing platform dock (LPD). Namun, hingga saat ini, Ali belum bisa menjelaskan KRI yang akan dikerahkan untuk gelaran mudik gratis ini.
Ali menambahkan masyarakat yang ingin membawa kendaraan pribadi, terutama roda dua, bisa mengikuti program mudik gratis ini. Dia juga mengatakan pihaknya akan mengumumkan tata cara pendaftaran mudik gratis lewat platform media sosial resmi milik TNI AL.
Pesantren Kilat
Sekadar informasi, hari ini, TNI AL memberangkatkan pelajar, santri dan mahasiswa untuk mengikuti pesantren kilat di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Semarang 594, dari Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Rabu. Kegiatan ini dilakukan TNI untuk membentuk karakter kalangan anak muda Indonesia agar lebih religi, cinta tanah air dan bermartabat.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat jumpa pers di Kolinlamil, Jakarta Utara mengatakan, kegiatan tersebut juga digelar bertepatan dengan momentum bulan Ramadan 1447 Hijriah.
"Peserta berjumlah semuanya ada 400 orang kurang lebih terdiri dari siswa-siswi SMA, kemudian ada mahasiswa juga, ada remaja masjid, ada dari organisasi keagamaan yang ada di Jabodetabek," ujarnya.
Ali menjelaskan kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari yakni dari 11 Maret 2026 hingga 13 Maret 2026. Selama tiga hari berlayar di teluk Jakarta, kata Ali, para peserta akan menjalani beberapa kegiatan. Di antaranya mendengar ceramah agama, ibadah shalat tarawih, shalat tahajud, belajar tentang sejarah agama dan kajian tentang keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Ali, TNI AL melibatkan beberapa pihak, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). KSAL memastikan program tersebut akan terus dilakukan selama bulan Ramadhan dan diberlakukan di seluruh wilayah markas TNI AL.
"Untuk pelaksanaan seperti ini untuk di kota-kota lain memang belum kita laksanakan, tapi mungkin untuk lanal-lanal maupun kodamar-kodamar akan melaksanakan dengan scope yang lebih kecil dari ini ya, di daerah-daerah," kata Ali.
Tinggalkan Komentar
Komentar