Periskopl.id - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan persatuan, sekalipun menjalani Idulfitri di waktu yang berbeda.

Sebab, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Di sisi lain, terdapat berbagai organisasi yang menetapkan Idulfitri 1447 H dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret 2026, di antaranya Muhammadiyah.

"Alhamdulillah, inilah hasil maksimum yang bisa kita capai dan kepada mereka yang berbeda dengan keputusan pemerintah atau ketetapan Sidang Isbat ini, jangan ada jarak di antara kita satu sama lain. Teman-teman kita itu adalah sebagai sesama warga bangsa, sesama umat Islam," kata Menag dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis.

Menag juga mengajak kepada seluruh umat Islam di Indonesia, untuk tidak menjadikan perbedaan ini menjadi hal yang memecah belah persatuan umat beragama di Indonesia.

"Semoga hal ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia yang sekaligus mencerminkan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa dalam menyongsong masa depan yang lebih baik," ujar Nasaruddin Umar.

Jaga Ukhuwah
Senada dengan Menag, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis, mengajak kepada seluruh umat yang besok masih berpuasa atau yang sudah berlebaran, untuk tetap menjaga toleransi dalam kegiatan sehari-hari.

"Mari kita pelihara kebersamaan kita selama kita bulan Ramadhan yang kondusif dengan ibadah dan kekhusyukan kita, kita pelihara di 11 bulan berikutnya," ucap Cholil Nafis.

Lebih lanjut, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengapresiasi upaya pemerintah yang menggabungkan metode hisab falakiyah untuk kemudian dikonfirmasi ulang di 117 titik, untuk memastikan agar umat Muslim di Indonesia bisa berlebaran dengan aman dan nyaman.

"Alhamdulillah, untuk menjadi kesatuan dan persatuan kita semua, andaikan ada masyarakat yang memahami dan percaya memutuskan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah di hari esok Jumat, bisa ditoleransi dan ini tidak menjadi perbedaan di antara kita sebagai umat Muslim dan mari kita menjaga ukhuah dengan baik," tutur Marwan Dasopang.

Sepereti diketahui, Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sebab secara hisab, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih di bawah ufuk, dengan ketinggian antara 0⁰ 54' 27" (0,91⁰) sampai 3⁰ 07' 52" (3,13⁰), dan sudut elongasi berada pada 4⁰ 32' 40" (4,54⁰) sampai 6⁰ 06' 11" (6,10⁰).

Merujuk kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), awal bulan hijriah ditetapkan jika hilal memiliki tinggi minimal 3° dan elongasi atau jarak sudut antara dua benda langit mencapai 6,4°.