periskop.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai program MBG berpotensi memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan kontribusi yang diperkirakan mencapai lebih dari 1% secara netto.
Menurut Purbaya, dampak tersebut terlihat dari besarnya penciptaan lapangan kerja yang dihasilkan program MBG, yang diperkirakan mampu menyerap hingga sekitar satu juta tenaga kerja.
Mengacu pada perhitungan IOTable koefisien teknis dari Badan Pusat Statistik (BPS), setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1% umumnya berkorelasi dengan penciptaan sekitar 450 ribu lapangan kerja. Dengan asumsi tersebut, kontribusi MBG secara teoritis dapat mencapai lebih dari 2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Itungan pasti (dampak MBG ke pertumbuhan ekonomi) saya nggak tahu. Tapi kalau hitung balik boleh nggak? Itu kan MBG menciptakan satu juta lapangan pekerjaan. Kalau Anda masuk ke BPS, ada itu IOTable, ada koefisien teknis: input segini, growth-nya segini, tenaga kerjanya berapa?" kata Purbaya kepada media di Jakarta, Selasa (7/4).
"Kalau nggak salah, yang terakhir saya tahu, 1% itu 450 ribu lapangan kerja. Berarti kalau satu juta, 2% lebih sedikit kira-kira itu dari MBG saja," lanjutnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa angka tersebut merupakan estimasi kotor (gross). Setelah memperhitungkan adanya pergeseran tenaga kerja dari sektor lain ke program MBG, kontribusi bersihnya diperkirakan berada di kisaran lebih dari 1%.
"Net ya, bukan gross," tuturnya.
Purbaya menegaskan, apabila program MBG dijalankan secara optimal, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional akan terlihat cukup signifikan.
"Tapi kan nanti ada juga orang yang pindah ke situ. Itu jadi pengurang. Jadi nggak perlu 2%. Ada yang pindah ke situ dari tempat lain. Sebelumnya di tempat lain, sekarang ke MBG. Tapi dengan begitu kan cukup signifikan. Saya pikir 1% lebih akan kelihatan dampaknya kalau dijalankan dengan baik," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar