periskop.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa sebanyak 21.801 unit motor listrik yang disiapkan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah siap, namun belum didistribusikan.

Motor listrik tersebut rencananya akan digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung pelaksanaan program MBG.

“Belum (didistribusikan), masih di tempat produksi. Ready (motor listrik),” kata Dadan kepada Periskop, Rabu (8/4).

Dadan menjelaskan, proses distribusi belum dapat dilakukan karena masih menunggu penyelesaian administrasi Barang Milik Negara (BMN).

“Setelah proses administrasi BMN selesai,” ungkapnya.

Meski demikian, Dadan belum memberikan kepastian terkait waktu penyaluran motor listrik tersebut ke SPPG.

Pengadaan motor listrik ini sempat mencuat di media sosial lantaran sejumlah sepeda motor berlogo BGN memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat dengan jumlah yang disebut mencapai 70.000 unit.

Hal tersebut dibantah langsung oleh Dadan yang menegaskan bahwa realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan pada tahun 2025.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penggunaan anggaran dalam program Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan utama, khususnya belanja makanan.

Purbaya mengungkapkan, pada tahun sebelumnya usulan pengadaan barang seperti motor dan komputer dalam jumlah besar sempat diajukan, namun tidak disetujui oleh Kementerian Keuangan.

“Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer, kalau tidak salah ditolak. Yang tahun ini saya tidak tahu, saya akan double check, harusnya sama treatment-nya,” kata Purbaya kepada media, Jakarta, Selasa (7/4).