periskop.id - Jakarta diperkirakan akan diguyur hujan ringan pada Kamis (9/4) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara berpotensi mengalami hujan ringan, sementara Jakarta Pusat, Selatan, Timur, serta Kepulauan Seribu juga akan diguyur hujan dengan intensitas serupa.
Pada pagi hari, seluruh Jakarta akan diselimuti awan tebal, dan kondisi serupa diperkirakan kembali terjadi pada malam hari. Suhu udara berkisar antara 24–30 derajat Celsius dengan kecepatan angin 1–16 kilometer per jam.
Tak hanya Jakarta, BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas beragam di sejumlah kota besar di Indonesia.
“Secara umum daerah konvergensi memanjang di Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, di Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi," ungkap prakirawan Henokvita H.
Kota-kota seperti Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Merauke diperkirakan akan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Sementara Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Serang, Jakarta, Bandung, dan Semarang berpotensi hujan ringan hingga sedang.
Daerah lain seperti Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Makassar, Kendari, Manado, Ambon, Sorong, hingga Jayawijaya juga diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Adapun Ternate, Jayapura, Gorontalo, dan Kupang diperkirakan hanya berawan.
Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai cuaca ekstrem selama masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Menurut data klimatologi, masa pancaroba di Indonesia biasanya berlangsung antara Maret hingga Mei. Fenomena ini ditandai dengan perubahan arah angin, suhu yang fluktuatif, serta hujan yang datang tiba-tiba dengan intensitas tinggi.
BMKG juga mencatat bahwa tren perubahan iklim global membuat intensitas hujan ekstrem semakin sering terjadi, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi dampak lingkungan maupun kesehatan.
Tinggalkan Komentar
Komentar