periskop.id - Konflik bersenjata di Gaza kembali menelan korban dari kalangan jurnalis. Seorang wartawan dari jaringan media internasional Al Jazeera dilaporkan tewas dalam serangan rudal Israel yang terjadi pada Rabu (8/4) di wilayah Gaza, Palestina.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pekerja media dalam meliput konflik bersenjata di kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, jurnalis yang menjadi korban diketahui bernama Muhammad Washah, seorang reporter lapangan yang aktif meliput situasi di Gaza.
Ia tewas bersama seorang warga sipil lainnya ketika kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan udara Israel di jalan pesisir Gaza City.
Kronologi Kejadian
Kronologi kejadian bermula ketika Muhammad Washah sedang berada di dalam sebuah kendaraan bersama rekannya di kawasan Gaza City. Menurut otoritas kesehatan setempat, serangan dilakukan menggunakan drone atau rudal yang langsung menghantam kendaraan tersebut.
Serangan ini menyebabkan Washah dan satu orang lainnya meninggal di tempat. Dalam waktu yang hampir bersamaan, serangan terpisah juga dilaporkan terjadi di wilayah Gaza tengah yang menewaskan dua orang lainnya, memperlihatkan intensitas operasi militer yang masih berlangsung.
Militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan spesifik yang menewaskan jurnalis tersebut. Namun, dalam pernyataan sebelumnya, pihak Israel menyatakan bahwa mereka menargetkan kombatan dan infrastruktur militer, bukan warga sipil atau jurnalis.
Identitas Wartawan
Muhammad Washah dikenal sebagai jurnalis lapangan yang bekerja untuk Al Jazeera, salah satu jaringan berita terbesar berbasis di Qatar. Ia aktif melaporkan kondisi kemanusiaan dan perkembangan konflik di Gaza.
Sebelumnya, pada 2024, militer Israel sempat menuduh Washah memiliki keterkaitan dengan sayap militer Hamas, dengan mengklaim menemukan bukti berupa foto-foto tertentu.
Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Hamas maupun Al Jazeera, yang menegaskan bahwa Washah adalah jurnalis profesional.
Kematian Washah menambah panjang daftar jurnalis yang gugur dalam konflik Gaza.
Data dari organisasi Committee to Protect Journalists (CPJ) menyebutkan bahwa lebih dari 200 pekerja media telah tewas sejak konflik pecah pada Oktober 2023, menjadikan kawasan ini salah satu tempat paling berbahaya bagi jurnalis di dunia.
Tinggalkan Komentar
Komentar