periskop.id - Pihak RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi mengungkapkan mayoritas korban kecelakaan kereta api Bekasi Timur yang masih menjalani rawat inap mengalami luka berat. Dari total 23 pasien yang tersisa, sebanyak 17 orang didiagnosis mengalami cedera kepala berat akibat benturan keras saat insiden terjadi.
Wakil Direktur Utama Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman, menjelaskan kondisi para pasien saat ini terbagi dalam kategori luka berat dan luka sedang. Sementara itu, puluhan korban lainnya yang sebelumnya masuk ke IGD telah diperbolehkan pulang.
“Kita merawat 23 pasien ya. Kemudian yang luka berat itu 17 pasien,” kata Sudirman kepada wartawan, Selasa (28/4) malam.
“Lukanya itu cedera kepala berat karena benturan di kepalanya. Sisanya luka sedang, seperti patah tulang,” lanjutnya.
Mengingat parahnya cedera yang diderita, Sudirman menyebut hampir seluruh pasien luka berat memerlukan tindakan pembedahan. Pada Selasa siang hingga sore, tim medis tercatat telah melakukan lima tindakan operasi terhadap korban.
“Selasa (28/4) ada sekitar lima operasi, itu untuk pasien luka berat. Dilanjutkan besok untuk sisanya. Rata-rata memerlukan operasi, kecuali satu-dua pasien,” jelasnya.
Beberapa pasien saat ini masih dalam tahap observasi ketat untuk memastikan diagnosis melalui pemindaian CT scan dan rontgen sebelum dilakukan tindakan medis lebih lanjut.
Terkait durasi perawatan, pihak rumah sakit memprediksi pasien dengan kategori luka berat akan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk masa pemulihan pasca-operasi.
“Kalau yang luka berat operasi, itu mungkin bisa sekitar lima hari sampai satu minggu. Kalau luka sedang biasanya tiga–empat hari sudah pulang,” tambah Sudirman.
Diketahui, Senin malam (27/4) menjadi momen kelam bagi dunia perkeretaapian Indonesia. Sekitar pukul 20.53 WIB, tabrakan keras terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara CommuterLine jurusan Jakarta–Cikarang dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Kecelakaan tersebut terjadi di gerbong KRL khusus perempuan.
Tinggalkan Komentar
Komentar