periskop.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api yang dirawat di fasilitas tersebut telah teridentifikasi sepenuhnya. Untuk mempermudah akses bagi keluarga korban, pihak rumah sakit bekerja sama dengan kepolisian membuka posko informasi terpadu.

Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, mengungkapkan bahwa posko bantuan didirikan di area depan rumah sakit agar masyarakat dapat dengan cepat mengetahui kondisi anggota keluarga mereka yang menjadi korban.

“Poskonya ada di depan untuk informasi bagi masyarakat. Itu merupakan posko bantuan bersama dengan Polda untuk memberikan informasi kepada keluarga yang ingin mengetahui kondisi korban,” kata Niken di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Niken menegaskan, hingga saat ini tidak ada kendala dalam proses pendataan pasien. Tim medis telah berhasil mengidentifikasi seluruh korban yang dievakuasi ke RSUD Chasbullah Abdulmadjid sehingga keluarga bisa langsung melakukan pengecekan data di posko yang tersedia.

“Sementara yang di kami, di RSUD Chasbullah, sudah teridentifikasi semua. Datanya sudah lengkap,” tegasnya.

Selain posko informasi, RSUD Bekasi juga menyiagakan tim reaksi cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sejak insiden terjadi pada Senin malam (27/4), ambulans RSUD bersama Dinas Kesehatan telah dikerahkan secara masif untuk menjemput para korban di lokasi kejadian guna mendapatkan penanganan medis secara menyeluruh.

Terkait kemampuan daya tampung, Niken menyatakan kesiapan rumah sakitnya untuk menerima jumlah pasien dalam skala besar. Dengan total kapasitas mencapai 600 tempat tidur, RSUD Bekasi berkomitmen mengikuti arahan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak musibah ini.

“Kapasitas rumah sakit kami Alhamdulillah ada 600. Berapa pun pasien korban kecelakaan yang datang, kami akan berupaya menangani. Pak Wali Kota memberikan arahan untuk bekerja sama dengan pihak terkait agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ungkap Niken.