periskop.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, meninjau langsung kondisi para korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4). Dalam kunjungannya, Rosan menegaskan bahwa pemerintah melalui PT KAI akan memikul tanggung jawab penuh terhadap seluruh biaya penanganan korban.

Berdasarkan data yang disampaikan Rosan, jumlah korban meninggal dunia akibat insiden tersebut tercatat sebanyak 15 orang. Sementara itu, dari 88 korban yang dilarikan ke rumah sakit, sebanyak 28 orang di antaranya telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

“Pemerintah dalam hal ini KAI akan bertanggung jawab penuh atas baik itu biaya saat ini, biaya kesehatan, maupun biaya-biaya lainnya yang timbul akibat kecelakaan ini,” kata Rosan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Pasca-tragedi ini, Rosan memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Ia menyatakan akan segera dilakukan evaluasi menyeluruh dan asesmen terhadap operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan melibatkan berbagai kementerian serta badan terkait. Fokus utama dari audit besar-besaran ini adalah memastikan standar keselamatan penumpang.

“Kami akan mengevaluasi secara keseluruhan dan juga melakukan asesmen terhadap Kereta Api Indonesia untuk memastikan bahwa keselamatan menjadi prioritas paling utama dalam penyelenggaraan transportasi kereta api di Indonesia,” tegasnya.

Menanggapi instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan jembatan layang (flyover) di titik rawan perlintasan, Rosan memastikan proyek tersebut akan menjadi prioritas yang segera dieksekusi. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang agar kecelakaan serupa tidak terulang di masa depan.

“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, hal itu akan dilaksanakan sesegera mungkin. Ini merupakan langkah cepat untuk memastikan kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi,” ungkap Rosan.