Periskop.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan ringan pada akhir pekan. Kondisi ini membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruang, bepergian, atau berwisata pada hari libur tetap perlu menyiapkan payung, jas hujan, serta memantau pembaruan cuaca resmi.

Prakirawan cuaca BMKG Sastia mengatakan, hujan ringan diperkirakan terjadi di banyak ibu kota provinsi, mulai dari wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Papua.

Advertisement

Sejumlah kota yang berpotensi mengalami hujan ringan antara lain Medan, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Palangka Raya, Banjarmasin, dan Samarinda. BMKG juga memprakirakan hujan ringan meluas ke beberapa kota lain di Indonesia bagian tengah dan timur.

"Lalu hujan ringan di kota Mataram (Nusa Tenggara Barat), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Palu (Sulawesi Tengah), Sorong (Papua Barat Daya), dan Nabire (Papua Tengah)," ucapnya, Minggu (21/6).

Selain hujan ringan, BMKG juga mengingatkan potensi hujan yang dapat disertai petir di sejumlah wilayah. Kota Pekanbaru, Pontianak, dan Tanjung Selor diprakirakan berpotensi mengalami hujan disertai petir. Sementara itu, Bandar Lampung diprakirakan berpotensi mengalami petir.

Untuk wilayah yang tidak diguyur hujan, BMKG memprakirakan kondisi berawan hingga berawan tebal terjadi di Banda Aceh, Bandung, dan Yogyakarta. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Denpasar, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayapura, dan Merauke.

Adapun hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat. BMKG juga menyebut adanya potensi asap atau kabut di wilayah pegunungan Papua.

"Dan potensi asap atau kabut terdapat di Kota Jayawijaya (Papua Pegunungan)," katanya.

Prakiraan ini menunjukkan bahwa akhir pekan masih didominasi cuaca basah di banyak kota besar, meskipun sebagian wilayah Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau. Dengan kata lain, kemarau tidak berarti hujan langsung berhenti sepenuhnya.

Musim Kemarau Semakin Meluas 

Dalam prospek cuaca mingguan periode 19–25 Juni 2026, BMKG menjelaskan, musim kemarau semakin meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Wilayah yang mulai mengalami penurunan curah hujan mencakup sebagian Sumatra, sebagian besar Jawa, sebagian Bali, sebagian besar Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, dan sebagian kecil Papua Selatan.

Namun, BMKG juga mencatat hujan dengan intensitas signifikan masih terjadi di beberapa daerah, terutama wilayah utara Indonesia dan kawasan ekuator. Pada periode 15–18 Juni 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di Kalimantan Barat, Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Barat, Jambi, dan Kepulauan Riau.

Kondisi itu dipengaruhi dinamika atmosfer, termasuk aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta pola sirkulasi di sekitar Samudra Hindia barat Sumatra. Faktor-faktor tersebut masih dapat memicu pembentukan awan hujan meskipun secara umum potensi hujan mulai menurun.

BMKG juga menyebut pada periode 19–21 Juni 2026, cuaca Indonesia secara umum masih didominasi hujan ringan hingga hujan lebat. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Kewaspadaan juga diperlukan untuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebih kuat. BMKG dalam prospek mingguannya menandai Sumatra Utara dan Kepulauan Bangka Belitung dalam kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 19–21 Juni 2026. Sementara itu, potensi angin kencang perlu diantisipasi di NTB, NTT, dan Maluku.

Pola cuaca yang tidak seragam ini menjadi penting karena akhir pekan biasanya bertepatan dengan mobilitas masyarakat yang meningkat. Aktivitas wisata, perjalanan keluarga, olahraga luar ruang, hingga agenda publik dapat terganggu jika hujan turun tiba-tiba atau disertai petir dan angin kencang.

Di Aceh, BMKG sebelumnya juga mengeluarkan peringatan agar masyarakat mewaspadai hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang hingga Minggu. Prakirawan BMKG Aceh Angga Dirta mengatakan sejumlah wilayah di provinsi tersebut masih berpotensi mengalami cuaca buruk.

"Wilayah Aceh berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang sampai hari Minggu (21/6) nanti," kata Prakirawan BMKG Aceh Angga Dirta.

Angga menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin di Samudra Hindia barat Sumatera, serta daerah belokan angin di wilayah Aceh yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Suhu Muka Laut

Selain itu, suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatra turut meningkatkan penguapan dan menambah kandungan uap air di atmosfer. Kondisi ini memperbesar peluang pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.

BMKG pun meminta masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi atau disertai angin kencang.

"Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor," ucap Angga Dirta.

Imbauan tersebut relevan untuk masyarakat di daerah lain yang juga berpotensi mengalami hujan dan petir. Pengendara sepeda motor perlu menyiapkan jas hujan dan menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame. Sementara pengendara mobil perlu mengantisipasi jalan licin, genangan, serta jarak pandang yang menurun.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memantau prakiraan cuaca, peringatan dini, dan pembaruan informasi cuaca ekstrem melalui kanal resmi BMKG. Informasi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia yang sangat dipengaruhi faktor lokal.

Dengan prakiraan hujan ringan di mayoritas kota besar, akhir pekan ini tidak sepenuhnya ekstrem, tetapi tetap membutuhkan kewaspadaan. Hujan ringan dapat berubah menjadi hujan sedang atau disertai petir di wilayah tertentu, terutama pada sore hingga malam hari ketika pembentukan awan konvektif lebih aktif.

Karena itu, masyarakat tetap disarankan menyusun rencana aktivitas dengan fleksibel. Bagi yang hendak bepergian, cek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Bagi yang beraktivitas di luar ruang, hindari area rawan genangan, pohon besar, baliho, dan bangunan rapuh saat cuaca memburuk.

Cuaca akhir pekan ini memberi gambaran bahwa Indonesia sedang berada dalam fase yang dinamis: kemarau mulai meluas, tetapi hujan belum sepenuhnya hilang. Dalam situasi seperti ini, kesiapan kecil seperti membawa payung, memantau peringatan dini, dan mengatur waktu perjalanan bisa mengurangi risiko saat cuaca berubah tiba-tiba.