Periskop.id - Polres Nabire mengungkap motif pembunuhan seorang remaja perempuan berinisial CK (14) oleh teman sekolahnya sendiri, AWS (15), di Papua Tengah. Pelaku diduga nekat menghabisi nyawa korban karena takut hubungan intim mereka diketahui orang tua.
Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek menjelaskan, korban dan pelaku sempat menjalin hubungan asmara pada Mei 2026. Selama masa berpacaran itu, keduanya diketahui pernah berhubungan badan.
"Pelaku dan korban melakukan hubungan intim sebanyak satu kali tanpa ada paksaan," kata Piter dalam keterangannya, Minggu (2/8).
Hubungan asmara keduanya kandas pada Juni 2026 setelah pelaku dekat dengan perempuan lain di sekolah. Korban yang tak terima kemudian mengancam bakal membeberkan hubungan intim mereka kepada orang tua pelaku.
"Korban mengancam pelaku bahwa akan menyampaikan ke orang tua pelaku di mana pelaku sudah pernah melakukan hubungan badan dengan korban," beber Piter.
Ancaman tersebut membuat pelaku ketakutan. Sempat terbersit niat mengakhiri hidup, pelaku akhirnya membatalkan niat itu dan memilih memblokir nomor WhatsApp korban.
Korban lalu meminta bantuan teman-temannya agar pelaku membuka blokir tersebut. Setelah komunikasi kembali terjalin, pelaku justru mulai menyusun rencana membunuh korban.
"Pelaku sudah merasa ketakutan sehingga dari situ timbul niat pelaku untuk membunuh korban. Pelaku dengan korban kembali komunikasi melalui chatting WhatsApp saat itu korban meminta dengan pelaku bisa ketemu yang terakhir," ungkap Piter.
Pelaku mengajak korban bertemu sambil membawa satu botol minyak tanah dan sebilah pisau dapur yang disimpan di jok motornya. Rencana awal menikam korban gagal setelah korban menyadari keberadaan pisau dan berusaha kabur.
"Saat itu korban langsung merasa ketakutan dan langsung lari mengikuti jalan ke arah balik ke kota kemudian pelaku masukkan kembali pisau tersebut ke dalam jok sambil mengikuti korban dari belakang," jelas Piter.
Pisau itu akhirnya dibuang usai korban memintanya disingkirkan. Begitu situasi dianggap aman dan korban mendekat, pelaku justru mendorongnya ke semak-semak, mencekik hingga tak berdaya, lalu menyiram tubuhnya dengan minyak tanah.
"Karena merasa korban sudah tak berdaya selanjutnya pelaku mengambil minyak tanah di dalam jok motor lalu menyiram dari kepala sampai ke kaki, setelah menyiram minyak tanah selanjutnya pelaku membakar rambut korban menggunakan korek gas yang juga sudah disiapkan sebelumnya," ungkap Piter.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi terbakar di Jalan Waroki, dekat Pantai Naikere, Kabupaten Nabire, pada Kamis (30/7) sekitar pukul 20.00 WIT.
Penyidik kemudian mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk rekaman CCTV yang menunjukkan korban bersama seorang pria sebelum kejadian. Pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah jasad ditemukan.
"Kurang dari satu kali dua puluh empat jam kami berhasil mengamankan pelaku. Kejadian sekitar pukul delapan malam dan sekitar pukul 3 dini hari pelaku sudah kami amankan," kata Piter.
Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Karena masih berstatus anak, proses hukumnya akan mengikuti ketentuan sistem peradilan pidana anak.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar