Periskop.id - Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto memaparkan alasan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diwajibkan mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Pelatihan itu dinilainya penting untuk membentuk karakter, terutama kedisiplinan dan kemampuan memimpin.
Donny menerangkan, pendidikan militer mampu menanamkan nilai-nilai mendasar yang dibutuhkan seorang manajer. Ia menyebut disiplin waktu sebagai aspek paling krusial yang perlu dimiliki setiap pengelola koperasi.
"Jangan sampai nanti manajernya nggak bisa melaksanakan tugasnya, nggak bisa memimpin anak buahnya, sehingga itulah pendidikan-pendidikan seperti disiplin segala macam itu paling tidak kita bisa mengajarkan kepada mereka untuk berlatih disiplin paling tidak waktu ya," kata Donny saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/7).
Selain kedisiplinan, Latsarmil juga dirancang untuk mengasah kemampuan koordinasi antartim para calon manajer KDMP. Dua hal itu, menurut Donny, sama-sama bisa dipetik dari program pendidikan Bela Negara.
"Kemudian kerja sama, koordinasi dan lain sebagainya itu nilai-nilai yang bisa kita ambil dari pendidikan di Bela Negara ini," ujar Donny.
Donny melanjutkan, praktik mengirimkan pegawai ke pusat pendidikan TNI sebenarnya sudah jamak dilakukan. Banyak kementerian dan perusahaan swasta, menurutnya, telah lebih dulu menyertakan pegawai mereka di fasilitas seperti rindam maupun Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Langkah serupa kini diterapkan pada calon manajer KDMP sebagai bagian dari upaya menyiapkan SDM koperasi yang tangguh. Donny menyebut nilai-nilai dari pelatihan militer itu sudah terbukti diinginkan oleh para pimpinan perusahaan.
"Nilai-nilai itu yang ingin didapatkan oleh para direktur-direktur dari perusahaan-perusahaan tersebut. Tentunya direktur juga akan senang kalau punya pegawai-pegawai yang disiplin, tepat waktu, punya integritas tinggi. Itulah yang diharapkan," pungkas Donny.
Tinggalkan Komentar
Komentar