Periskop.id - Platform kripto mengalami kerugian sekitar US$75,87 juta atau setara Rp1,36 triliun (asumsi kurs Rp17.944 per dolar AS) akibat 40 insiden peretasan sepanjang Juni 2026. Data ini disampaikan oleh perusahaan keamanan siber PeckShield.

Jumlah kerugian tersebut melanjutkan pola yang sudah sering terjadi di industri kripto, di mana celah pada bridge (jembatan antar jaringan), smart contract, serta kebocoran kunci privat masih menjadi titik lemah utama.

Melansir Yahoo Finance, Rabu (1/7) PeckShield mencatat, total kerugian pada Juni turun sekitar 7,13% dibandingkan Mei yang mencapai US$81,7 juta. Meski begitu, serangan terhadap Humanity Protocol menjadi kasus terbesar dengan kerugian lebih dari US$30 juta.

Peretasan ini terjadi setelah penyerang berhasil mengakses kunci privat yang sebelumnya disimpan di perangkat pengembang yang telah terinfeksi malware.

Menurut Quantstamp, pelaku menggunakan alat dan teknik yang umum dipakai oleh kelompok peretas asal Korea Utara. Setelah berhasil mencuri dana, pelaku kemudian mencuci hasil kejahatan tersebut melalui berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC), Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan BNB Chain.

“Dana tersebut juga telah dicampur dengan hasil kejahatan yang terkait dengan pelaku eksploitasi KelpDAO, yang mengindikasikan kemungkinan adanya keterkaitan antara aktor di balik kedua insiden tersebut,” kata perusahaan keamanan tersebut.

Bridge dan Bot MEV Juga Jadi Sasaran

Kasus terbesar berikutnya terjadi pada Syscoin Bridge yang mengalami kerugian US$10 juta setelah penyerang mencetak token SYS secara tidak sah.

Selain itu, bot Maximal Extractable Value (MEV) milik JaredFromSubway.eth kehilangan US$7,5 juta, sementara Secret Network mengalami kebobolan dana sebesar US$4,67 juta.

Dua produk yang terkait dengan Aztec juga menjadi sasaran dalam bulan yang sama. Aztec Payments Product mengalami kerugian US$2,16 juta, sementara Aztec Connect kehilangan US$2,1 juta, sehingga total kerugian mendekati US$4 juta.

Padahal, kedua produk tersebut sudah tidak digunakan (deprecated) sejak beberapa tahun lalu. Aztec Labs menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi memiliki kendali atas sistem yang terdampak.

Phishing dan Serangan Lain Tambah Kerugian

Insiden lain sepanjang Juni termasuk pengguna Polymarket yang kehilangan sekitar US$3 juta akibat serangan phishing. Selain itu, SecondFi dan TESSERA masing-masing mengalami kerugian total US$2,4 juta.

Sementara itu, eksploitasi pada Taiko Bridge melengkapi daftar 10 besar dengan kerugian sebesar US$1,7 juta.

Dengan masih adanya kode lama yang rentan serta praktik pencucian dana lintas jaringan, kejadian di bulan Juni menunjukkan bahwa kontrak lama tetap menjadi target empuk peretas, bahkan lama setelah proyek tersebut ditinggalkan oleh pengembangnya.