banner-sheroes-yoga
Nasional

Lahan 2 Hektare di Sukabumi Terbakar Akibat Cuaca Panas

Lahan seluas dua hektare di Kabupaten Sukabumi hangus terbakar akibat cuaca panas dan angin kencang. Petugas sempat kesulitan memadamkan api karena keterbatasan sumber air.

Pemerintah Prioritaskan Penanggulangan Karhutla Kalimantan Barat
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kebakaran lahan seluas dua hektare terjadi di Kampung Babakan, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa itu dipicu suhu panas ekstrem yang bersamaan dengan musim kemarau, Senin (20/7) sore.

Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan milik PT Dwi Kusumo Abadi (Wonokoyo) yang dipenuhi alang-alang. Ia menyebutkan, angin kencang turut memperluas sebaran api dengan cepat.

"Untuk penyebab pastinya masih dalam kajian. Tapi diduga kebakaran dipicu cuaca panas," kata Daeng di Sukabumi, Selasa (21/7).

Proses pemadaman sempat terkendala sejumlah faktor selain embusan angin yang kencang. Lokasi sumber api, menurut Daeng, berada di luar jangkauan selang air petugas.

"Pemadaman juga terbatas sumber air. Ini yang jadi kendala di lapangan," ungkap Daeng.

Kendala tersebut membuat kobaran api meluas dengan cepat hingga muncul tiga titik pusat api yang cukup besar. Kondisi ini, kata Daeng, tak lepas dari cuaca panas yang mengiringi musim kemarau ekstrem di wilayah Sukabumi.

"Luas area yang terbakar sekitar 2 hektare," kata Daeng.

Dua armada pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dikerahkan untuk menjinakkan api. Butuh waktu sekitar empat jam bagi petugas gabungan untuk memadamkan seluruh titik api tersebut.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada malam hari. Tidak ditemukan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran lahan tersebut.

"Api dinyatakan padam sekitar pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban luka maupun jiwa pada peristiwa ini," pungkas Daeng.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Damkar dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.