Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengklaim sistem perlindungan sosial Indonesia saat ini termasuk salah satu yang terkuat di dunia. Pernyataan itu disampaikan saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
Menurutnya, kekuatan sistem tersebut terlihat dari banyaknya program kesejahteraan yang telah berjalan dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Prabowo juga menyebut sebagian program itu merupakan warisan pemerintahan sebelumnya yang terus dilanjutkan.
"Jadi ini saya tegaskan, ternyata kita punya sistem perlindungan sosial, negara kesejahteraan, welfare state, salah satu terkuat di dunia. Kalau kita lihat program satu-satu, dan sebagian program-program ini dilaksanakan oleh Presiden-Presiden sebelum kita, pemerintah sebelum kita," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
Ia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat perlindungan masyarakat melalui berbagai program, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Sekolah Rakyat, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Program Indonesia Pintar (PIP), kartu sembako, hingga bantuan sosial.
Prabowo juga memaparkan adanya bantuan pemberdayaan sosial ekonomi serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya senilai Rp20 juta per rumah yang saat ini menyasar sekitar 400 ribu penerima manfaat. Menurutnya, jumlah penerima program tersebut masih akan dikaji kembali bersama Menteri Perumahan dan Menteri Sosial.
"Bantuan pemberdayaan sosial ekonomi, bantuan stimulan perumahan swadaya, 20 juta per rumah, 400.000 penerima manfaat. Nanti saya minta Menteri Perumahan, Menteri Sosial dikaji kembali apakah ditambah penerima manfaat sehingga indeksnya bisa dikurangi dengan, mungkin kita tidak kasih uang tapi kasih bahan," katanya.
Selain bantuan sosial, Prabowo mengatakan pemerintah juga menjalankan berbagai program penunjang kesejahteraan. Menurutnya, dukungan itu mencakup FLPP, bantuan bencana, subsidi LPG, subsidi dan kompensasi solar, Pertalite, listrik, diskon tarif kereta api dan angkutan laut, bantuan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Ia menjelaskan, program MBG ditargetkan menjangkau 74.560.000 siswa, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lanjut usia. Sementara itu, program CKG disiapkan untuk 130.800.000 orang sebagai upaya mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini.
"Makan bergizi gratis, MBG 74.560.000 siswa, ibu hamil, menyusui, balita, dan lanjut usia. Cek kesehatan gratis, 130.800.000 orang. Kalau ini pertama kali cek kesehatan gratis. Kita cek, tau kondisi, tau masalah, tau apa yang kita harus kerjakan sekarang," tuturnya.
Di sisi lain, Prabowo mengatakan pemerintah tidak hanya memperkuat perlindungan sosial, tetapi juga terus berinvestasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, langkah itu diwujudkan melalui program magang bagi lulusan baru, Sekolah Unggul Garuda, serta berbagai skema beasiswa.
Ia menilai pembangunan sistem perlindungan sosial dan pengembangan SDM merupakan hasil kerja bersama yang dilakukan secara berkelanjutan sejak masa awal kemerdekaan. Menurut Prabowo, fondasi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus berkembang.
"Jangan anggap enteng kita terus. We are strong, we are rich, and we will be richer. Kita akan lebih kaya," pungkas Prabowo.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar