Periskop.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi untuk jenjang SMP dan SMA tahun ajaran 2026/2027. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 3 Agustus 2026.

Penerimaan perdana ini berlangsung dengan kuota terbatas. Setiap Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT hanya akan menerima 80 murid, terdiri atas 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA. Masing-masing jenjang membuka dua rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 20 murid per kelas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengingatkan, masyarakat agar hanya mengakses informasi dari saluran pemerintah. Peringatan tersebut disampaikan untuk mencegah penipuan atau klaim pihak tertentu yang menjanjikan kelulusan.

“Masyarakat kami minta untuk dapat mengikuti informasi melalui kanal resmi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan portal resmi SNT. Tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid di luar ketentuan resmi,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa (21/7).

Jadwal Seleksi SPMB SNT 2026

Proses penerimaan dimulai dengan pengumuman, sosialisasi, dan pendaftaran pada 21 Juli 2026. Calon murid selanjutnya menjalani pemeriksaan administrasi dan tes skolastik pada 27 hingga 31 Juli 2026.

Peserta yang dinyatakan lulus pada 3 Agustus harus melakukan daftar ulang pada 4 hingga 7 Agustus 2026. Setelah seluruh proses selesai, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dijadwalkan berlangsung mulai 10 Agustus 2026.

Terdapat perbedaan informasi mengenai batas akhir pendaftaran. Keterangan terbaru, menyebut pendaftaran berlangsung hingga 27 Juli, sementara rilis resmi Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikdasmen dan keterangan dalam taklimat media mencantumkan periode 21 hingga 24 Juli 2026. Karena itu, calon peserta disarankan memeriksa pembaruan melalui portal resmi SNT dan dinas pendidikan setempat sebelum mengirimkan dokumen.

Hanya Berlaku di Wilayah SNT

SPMB ini belum dibuka untuk seluruh siswa di Indonesia. Pada tahun pertama, penerimaan hanya berlaku bagi calon murid yang berasal dari kabupaten atau kota tempat SNT mulai beroperasi.

Kemendikdasmen menargetkan 17 SNT di 14 provinsi mulai memberikan layanan pada tahun ajaran 2026/2027. Lokasinya antara lain berada di Kabupaten Bogor, Cianjur, Gowa, Banyumas, Jepara, Kupang, Tebo, Tanjung Jabung Timur, serta kawasan Ibu Kota Nusantara.

Persyaratan domisili dibuktikan melalui kartu keluarga atau dokumen kependudukan yang sah. Calon murid dari kabupaten atau kota sekitar masih dapat dipertimbangkan, tetapi jumlahnya dibatasi maksimal lima persen dari daya tampung.

Untuk jenjang SMP, calon murid maksimal berusia 15 tahun pada 1 Juli 2026. Sementara itu, pendaftar jenjang SMA maksimal berusia 21 tahun. Peserta juga diminta melampirkan NISN, ijazah atau surat keterangan lulus, rapor lima semester terakhir dengan nilai rata-rata minimal 80, dan sertifikat hasil Tes Kemampuan Akademik.

Dua Skema Menjaring Murid Berprestasi

Kemendikdasmen menyiapkan dua skema untuk menjaring calon murid SNT. Skema pertama dilakukan melalui usulan sekolah yang dikoordinasikan bersama dinas pendidikan kabupaten, kota, dan provinsi.

Sekolah dapat mengusulkan murid dengan prestasi akademik maupun nonakademik terbaik ke dalam basis data SPMB. Kemendikdasmen kemudian menyeleksi peserta tersebut melalui verifikasi administrasi dan tes skolastik.

Skema kedua menggunakan undangan bagi murid berprestasi yang tercatat dalam data Pusat Prestasi Nasional. Undangan hanya ditujukan kepada siswa yang berada di wilayah operasional SNT.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan setiap sekolah akan diminta mengusulkan murid terbaiknya.

"Nah, yang terbaik kita minta lima diusulkan dari setiap SMP yang ada di dalam satu kabupaten itu, maupun SMA yang ada di kabupaten itu," ucap Gogot.

Seleksi tersebut dirancang oleh tim khusus tingkat nasional, bukan sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah. Kebijakan itu diterapkan karena SNT ditujukan bagi siswa dengan kemampuan dan prestasi di atas rata-rata.

Sekolah Gratis dengan Kurikulum Berkelanjutan

Sekolah Nasional Terintegrasi menggabungkan layanan pendidikan SMP dan SMA dalam satu ekosistem. Murid yang diterima sejak jenjang SMP dirancang dapat melanjutkan pendidikan ke SMA di sekolah yang sama karena kurikulumnya disusun secara berkelanjutan.

Biaya pendaftaran dan kegiatan belajar di SNT ditanggung pemerintah pusat. Sekolah ini juga menyediakan jalur afirmasi bagi anak dari keluarga miskin dan rentan miskin agar dapat mengakses pendidikan berkualitas.

Pembelajaran menggabungkan kurikulum nasional, kekhasan sekolah, dan potensi lokal masing-masing daerah. Pendekatan yang digunakan mencakup sains, teknologi, teknik, seni, matematika, dan olahraga atau STEAMS, disertai digitalisasi serta pengayaan kompetensi global.

“SNT mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta murid secara optimal, serta menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya,” ujar Abdul Mu’ti.

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029. Selain 17 sekolah yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 20 lokasi lainnya akan memasuki tahap pembangunan dan diproyeksikan menerima murid baru pada 2027.