Periskop.id – Kerusakan berat yang menimpa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, membuat kegiatan belajar ratusan siswa belum berjalan normal. Selain menumpang di sekolah terdekat, musala dan lapangan terpaksa digunakan sebagai ruang belajar pada sejumlah kesempatan.
Gedung sekolah yang berada di Jalan K.H. Ismail itu roboh pada 27 November 2024, bertepatan dengan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta. Empat ruang kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah atau UKS terdampak dalam peristiwa tersebut.
Hampir dua tahun setelah kejadian, bangunan yang rusak belum dibangun kembali. Sebanyak 274 siswa kelas 1 hingga kelas 6 masih tercatat bersekolah di sana. Jumlah tersebut turun dari sebelumnya sekitar 300 siswa karena sebagian orang tua memilih memindahkan anaknya ke sekolah lain.
Orang tua siswa, Evi Afrida, mengatakan, keputusan pindah sekolah diambil sejumlah keluarga untuk memastikan anak-anak memperoleh tempat belajar yang lebih aman dan nyaman.
"Ada yang pindah, kelas 5 SD ini juga ada yang mau pindah nih.. Tahun ini ya pas ajaran baru ini, tanggung kan," kata Evi di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Evi, penurunan jumlah murid mulai terasa di sejumlah tingkat kelas. Dua rombongan belajar yang sebelumnya masing-masing dapat diisi sekitar 32 murid kini disebut hanya memiliki total 38 siswa.
Belajar Menumpang hingga Masuk Siang
Sebagian besar kegiatan belajar siswa dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah. Pemerintah Provinsi DKI menyatakan gedung sekolah tersebut dioptimalkan sebagai tempat belajar sementara bagi siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09.
Keterbatasan ruang membuat sebagian siswa harus mengikuti pelajaran pada siang hari. Dalam beberapa kesempatan, lapangan dan musala juga digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Perubahan jadwal tersebut memengaruhi aktivitas anak-anak di luar sekolah. Sejumlah siswa kehilangan waktu istirahat dan tidak dapat mengikuti kegiatan mengaji pada sore hari seperti sebelumnya.
Evi mengatakan orang tua hanya menginginkan anak-anak kembali memiliki tempat belajar yang layak. Terlebih, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah untuk siswa baru sudah berlangsung.
"Untuk adik-adik kami ini yang masih lama buat penerusnya, kita ya minta yang terbaik sudah gitu aja sih kita nggak yang gimana-gimana, cuma minta tolong disegerakan gitu," ucapnya.
Ia juga mempertanyakan lamanya proses penanganan, mengingat kerusakan yang terjadi bukan sekadar kerusakan ringan. "Lama banget, padahal sekolahnya ini roboh bukannya renovasi lagi. Ini benar-benar roboh, nggak layak banget. Miris lihatnya," tuturnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan rangka atap yang melengkung, genting pecah, puing plafon, meja, kursi, buku, serta perlengkapan sekolah masih berada di dalam bangunan. Area tersebut telah dikosongkan karena kondisinya dinilai berbahaya untuk kegiatan belajar.
Roboh Bertahap Saat Pilkada DKI
Evi mengatakan sebelum kejadian, orang tua tidak mencurigai adanya ancaman kerusakan berat pada bangunan. Sekolah sebelumnya hanya mengalami perbaikan kecil, termasuk penggantian genting dan pemasangan baja ringan.
"Enggak ada, karena bangunan lama. Enggak ada curiga, cuman ada perbaikan-perbaikan kecil aja sih. Belum renovasi total. Terakhir kan renov cuman genteng sama pake baja ringan," ucap Evi.
Bangunan dilaporkan mulai roboh secara perlahan pada pagi hari. Hujan deras yang turun pada sore hari kemudian membuat bagian atap dan struktur lainnya ambruk. Tidak ada korban jiwa karena kegiatan sekolah sedang diliburkan untuk pelaksanaan pemungutan suara Pilkada DKI.
Meski demikian, orang tua mengkhawatirkan bagian bangunan lain ikut runtuh dan membahayakan siswa maupun warga yang berada di sekitar sekolah.
Rehabilitasi Tertunda karena Penyesuaian Anggaran
Pemprov DKI menyatakan, pembangunan ulang sekolah sebenarnya telah direncanakan. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 telah memiliki dokumen perencanaan teknis atau detailed engineering design sejak 2025.
Sekolah tersebut sebelumnya masuk dalam rencana rehabilitasi total dengan skema tahun jamak pada Tahun Anggaran 2026 hingga 2027. Namun, penyesuaian anggaran membuat jumlah sekolah yang dapat dibangun berkurang dari 22 menjadi tujuh lokasi.
Akibat perubahan tersebut, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tidak termasuk dalam daftar tujuh sekolah yang memperoleh rehabilitasi tahun ini. Dinas Pendidikan DKI disebut akan kembali mengusulkan sekolah yang pembangunannya tertunda.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku baru mengetahui kondisi sekolah setelah dokumentasi bangunan roboh ramai dibicarakan di media sosial. Ia memastikan perbaikan akan mendapat perhatian khusus.
“Jadi untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan. Pokoknya segera kami selesaikan,” tegas Pramono.
Namun, Pemprov DKI belum menyampaikan jadwal pasti dimulainya pembangunan, besaran anggaran, maupun target penyelesaian gedung baru.
Pemda Bertanggung Jawab Menjamin Sekolah Aman
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan lingkungan sekolah aman dan nyaman. Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 mengatur bahwa pelindungan fisik di sekolah mencakup pengondisian lahan, bangunan, dan ruang sesuai standar sarana prasarana.
Aturan itu juga mewajibkan pengelola pendidikan meminimalkan area yang berpotensi menimbulkan kondisi tidak aman. Pemerintah daerah bertanggung jawab atas penyelenggaraan budaya sekolah aman dan nyaman sesuai kewenangannya.
Kemendikdasmen sebelumnya juga meminta pemerintah daerah dan sekolah memperbarui data kondisi sarana dan prasarana dalam Data Pokok Pendidikan. Data tersebut menjadi dasar penyusunan perencanaan, pembinaan, pemantauan, dan penentuan prioritas pembangunan fasilitas pendidikan.
Orang tua berharap janji Pemprov DKI segera diwujudkan dalam bentuk jadwal dan pelaksanaan pembangunan yang jelas. Mereka menginginkan 274 siswa dapat kembali belajar pada pagi hari di gedung sendiri, tanpa harus berpindah sekolah maupun menggunakan musala dan lapangan sebagai ruang belajar sementara.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar