Periskop.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyambut positif banyaknya tokoh yang mengajukan diri sebagai calon ketua umum jelang Muktamar NU ke-35. Katib Aam PBNU Mohammad Nuh menyebut fenomena tersebut sebagai pertanda organisasi tidak kekurangan calon pemimpin.
Nuh, yang juga menjabat Sekretaris Steering Committee Muktamar NU ke-35, menjelaskan siapa pun yang berkeinginan mengabdi untuk mengurus NU dipersilakan maju dalam kontestasi tersebut. Menurutnya, banyaknya minat itu justru menandakan kondisi organisasi yang sehat.
"Intinya kalau ada saudara kita, sahabat kita yang berkeinginan untuk ikut, 'ngopeni' atau mengeluarkan energinya untuk berpartisipasi mengelola Nahdlatul Ulama itu welcome. Itu sangat baik, itu menandakan kita tidak defisit kandidat," kata Nuh di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Selasa (21/7).
Sejumlah tokoh memang telah menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU periode selanjutnya. Salah satunya KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang saat ini masih menjabat sebagai petahana.
Selain itu, ada Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin serta Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. Beberapa nama lain juga disebut sebagai kandidat, di antaranya Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH M. Yusuf Chudlori, hingga Menteri Agama KH Nassaruddin Umar.
Nuh menilai kondisi tersebut mencerminkan NU sama sekali tidak kekurangan sosok pemimpin potensial. Banyak nahdliyin, menurutnya, memiliki kapabilitas untuk memimpin organisasi tersebut di masa depan.
"Banyak orang di NU yang punya potensi untuk bisa menjadi pemimpin di Nahdlatul Ulama itu. Jangan sampai kita dikesankan defisit kandidat, tapi kalau surplus alhamdulillah," jelas Nuh.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul turut mengungkapkan pandangan senada. Menteri Sosial RI itu menilai banyaknya tokoh yang mengajukan diri sebagai kandidat ketua umum organisasi kemasyarakatan agama terbesar di Tanah Air itu menunjukkan hal positif.
Gus Ipul menyebut jumlah bakal calon yang terus bertambah menjelang Muktamar justru menjadi bukti regenerasi kepemimpinan NU berjalan baik. Ia berharap tren tersebut terus berlanjut pada penyelenggaraan muktamar berikutnya.
Muktamar NU ke-35 sendiri menjadi ajang lima tahunan bagi organisasi untuk memilih kepemimpinan baru, termasuk posisi ketua umum PBNU. Persaingan yang semakin ramai dinilai pengurus sebagai indikator sehatnya kaderisasi di tubuh NU.
"Tapi istimewa kalau NU itu enggak kekurangan kader, ya. Makin ke sini kan calonnya makin banyak bukan makin berkurang," ucap Gus Ipul.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar