Periskop.id - Badan Gizi Nasional (BGN) memprioritaskan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan angka stunting tinggi. Langkah ini diambil untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digulirkan pemerintah.

BGN menyebutkan, prioritas pembangunan SPPG di daerah rawan stunting itu menjadi bagian dari strategi menekan kasus gizi buruk pada anak.

SPPG sendiri berfungsi sebagai unit penyedia layanan pemenuhan gizi yang menjadi ujung tombak distribusi makanan bergizi kepada masyarakat sasaran.

Keberadaan SPPG di suatu wilayah, menurut BGN, akan mempercepat penyaluran makanan bergizi ke kelompok yang paling membutuhkan.

Wilayah dengan tingkat stunting tinggi dipilih sebagai lokasi prioritas karena dianggap paling mendesak untuk mendapat intervensi gizi.

Pendekatan ini sejalan dengan tujuan Program Makan Bergizi Gratis yang dirancang untuk memperbaiki kualitas asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

BGN menilai, pembangunan SPPG yang terarah di daerah stunting tinggi bisa mempercepat capaian target penurunan angka stunting secara nasional.

Selain sebagai penyedia makanan, SPPG juga diharapkan menjadi simpul distribusi yang memastikan program gizi berjalan tepat sasaran.

Fokus pembangunan yang berbasis data wilayah rawan stunting ini menunjukkan pendekatan berbasis prioritas kebutuhan, bukan sekadar pemerataan lokasi semata.

Dengan strategi tersebut, BGN berupaya memastikan Program Makan Bergizi Gratis dapat memberi dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting di wilayah-wilayah yang paling membutuhkan intervensi.