Iklan
Nasional

Menhub Pastikan Investigasi Tuntas Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Evakuasi Korban Jadi Prioritas

Menhub Dudy Purwagandhi memastikan investigasi tuntas kecelakaan KMP Virgo Transport 8 dilakukan usai evakuasi korban, dengan manifes, muatan, kru, dan kelaikan kapal diperiksa

Menhub Pastikan Investigasi Tuntas Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Evakuasi Korban Jadi Prioritas
Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. dok. Ist. Diolah ulang dengan AI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah akan mengusut tuntas penyebab kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa setelah proses evakuasi korban dilakukan secara maksimal. Pemerintah, kata dia, menempatkan penyelamatan dan penanganan korban sebagai prioritas utama sebelum investigasi menyeluruh dijalankan untuk mengungkap faktor-faktor yang memicu insiden tersebut.

“Yang paling penting pertama adalah kalau saya, evakuasi dulu. Evakuasi, (lalu) investigasi. Karena setiap kecelakaan pasti sebab-sebabnya berbeda,” kata Dudy di Jakarta, Rabu (23/9). 

Menurut Menhub, investigasi nantinya tidak hanya memeriksa satu aspek, tetapi juga menguji seluruh informasi penting yang berkaitan dengan pelayaran kapal. Mulai dari kesesuaian manifes, kondisi muatan, dugaan pengikatan barang, kelengkapan dokumen, kelaikan kapal, hingga kondisi awak kapal. 

Ia menekankan, hasil investigasi harus bisa menjadi dasar evaluasi nyata untuk memperkuat sistem keselamatan pelayaran nasional. “Jadi, kita melihat apa yang lesson learned-nya yang harus kita lihat dari sekarang. Bilangnya, informasinya manifesnya sudah benar, benar enggak? Kan itu mesti diuji. Dan masih banyak, termasuk kelaikan kapal, krunya seperti apa,” tegas Menhub.

Sikap itu sejalan dengan arahan Kementerian Perhubungan sejak hari pertama insiden. Saat tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada 13 September 2026, Dudy menginstruksikan agar pencarian, evakuasi, dan pendataan penumpang menjadi fokus utama. Sehari kemudian, Kemenhub mencatat jumlah korban yang ditemukan mencapai 114 orang, terdiri atas 108 penumpang selamat dan 6 orang meninggal dunia. Pada tahap itu pula, jumlah personel gabungan yang dikerahkan telah melebihi 600 orang untuk mempercepat operasi pencarian.

Momentum Evaluasi Keselamatan Pelayaran

Dalam perkembangan berikutnya, Menhub juga meminta seluruh jajaran pengawasan laut dan pelayaran menjadikan musibah ini sebagai momentum evaluasi. Ia menegaskan, aturan keselamatan pelayaran sebenarnya sudah tersedia, tetapi tantangan terbesar terletak pada konsistensi pelaksanaannya di lapangan. 

“Tidak ada kompromi untuk keselamatan, karena tidak ada muatan, jadwal, maupun kepentingan komersial yang nilainya lebih tinggi dari pada nyawa manusia. Keselamatan pelayaran harus dibuktikan melalui kondisi nyata di lapangan, bukan hanya dari kelengkapan dokumen dan sertifikat,” ujar Dudy dalam rapat internal Kemenhub usai meninjau penanganan kecelakaan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen serupa. Kepala Negara menyatakan pemerintah akan menyelidiki penyebab tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat mitigasi dan meningkatkan keselamatan pelayaran ke depan. “Kita terus akan melakukan investigasi. Menyelidiki apa sebab dari kejadian tersebut. Supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi, dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik,” ujar Prabowo saat peresmian LRT Jakarta Jalur Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9). Presiden juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap mereka diberi ketabahan.

127 Korban Ditemukan, 19 Tewas

Hingga Rabu pukul 12.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 127 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 19 orang meninggal dunia. Sementara itu, 116 korban lainnya masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang tercantum dalam manifes. 

Angka tersebut belum termasuk satu jasad yang ditemukan nelayan di Kalimantan Tengah pada Selasa (22/9), yang hingga kini masih menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin untuk memastikan keterkaitannya dengan kecelakaan KMP Virgo Transport 8.

Data resmi sebelumnya menunjukkan KMP Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin saat mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan pelayaran, terutama pada rute laut antarpulau yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas penumpang dan distribusi logistik nasional. 

Karena itu, hasil investigasi nanti akan sangat menentukan langkah koreksi, baik terhadap prosedur operasional, pengawasan kapal, maupun disiplin pelaksanaan standar keselamatan.

Dengan investigasi yang menyeluruh, pemerintah diharapkan tidak hanya mampu menjawab penyebab kecelakaan, tetapi juga memastikan tragedi serupa tidak kembali terjadi. Fokus pada evakuasi, pemeriksaan fakta lapangan, serta evaluasi sistemik akan menjadi kunci agar keselamatan pelayaran tidak berhenti sebagai dokumen aturan, melainkan benar-benar hadir dalam praktik di lapangan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Dudy Purwagandhi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kecelakaan, dan kapal dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.