periskop.id - Inter Milan kembali menunjukkan dominasinya di Liga Italia musim 2025/2026 setelah menundukkan Lazio dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Giuseppe Meazza, Milan. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Nerazzurri ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 24 poin dari 11 pertandingan, unggul selisih gol atas AS Roma yang berada di posisi kedua.
Melansir Antara, Senin (10/11), gol cepat Lautaro Martinez pada menit ketiga menjadi pembuka jalan kemenangan. Kesalahan Gustav Isaksen di lini pertahanan Lazio dimanfaatkan Alessandro Bastoni untuk mengirim bola kepada sang kapten. Martinez tanpa ragu melepaskan tembakan keras yang bersarang di pojok kiri gawang Ivan Provedel.
“Kami tahu pentingnya memulai laga dengan intensitas tinggi, dan gol cepat memberi kami kepercayaan diri,” ujar Lautaro seusai pertandingan.
Meski Lazio mencoba bangkit melalui peluang Mattia Zaccagni, serangan mereka belum mampu menembus pertahanan rapat Inter. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 1-0. Statistik menunjukkan Inter menguasai 56% penguasaan bola di babak pertama, menekan Lazio yang hanya mampu menciptakan satu tembakan tepat sasaran.
Memasuki babak kedua, Inter kembali menekan. Lautaro hampir menggandakan golnya, namun tembakannya melambung. Tekanan berbuah hasil pada menit ke-62 ketika Ange-Yoann Bonny mencetak gol kedua melalui umpan matang Federico Dimarco.
“Kami bermain sebagai tim, setiap pemain tahu perannya,” kata Bonny.
Inter sempat memperbesar keunggulan lewat Piotr Zielinski, tetapi gol dianulir VAR karena handball Dimarco. Lazio berusaha membalas dengan serangan balik, termasuk peluang Mario Gila yang membentur tiang gawang pada menit ke-77. Namun keberuntungan belum berpihak pada tim tamu.
Dengan hasil ini, Inter mencatatkan selisih gol +14, jauh lebih baik dibanding AS Roma yang hanya +7. Data Serie A menunjukkan bahwa sejak musim 2010/2011, tim dengan selisih gol besar di awal musim memiliki peluang 70% lebih tinggi untuk menjuarai liga. Hal ini menambah optimisme Inter dalam perburuan scudetto.
Sementara itu, Lazio harus puas tertahan di posisi kesembilan dengan 15 poin. Pelatih Maurizio Sarri menekankan bahwa timnya perlu lebih klinis dalam penyelesaian akhir.
“Kami menciptakan peluang, tetapi tidak cukup tajam,” ujarnya.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Lazio yang hanya menang sekali dalam lima laga terakhir.
Statistik Opta mencatat bahwa Inter belum terkalahkan di Giuseppe Meazza sepanjang musim ini, dengan rata-rata mencetak 2 gol per laga. Catatan tersebut menjadikan stadion legendaris itu kembali menjadi benteng kokoh bagi Nerazzurri.
Dengan performa stabil dan kedalaman skuad yang merata, Inter Milan kini dipandang sebagai kandidat utama juara Serie A musim ini.
Tinggalkan Komentar
Komentar