periskop.id - Kementerian Pariwisata mencatat peningkatan devisa pariwisata seiring bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Sepanjang tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata tercatat mencapai US$13,82 miliar, atau tumbuh 9,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, jumlah kunjungan wisman pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan. Angka tersebut tumbuh 10,44% secara tahunan (year on year/YoY).

“Hal ini mencatatkan pertumbuhan 10,44% YoY,” ujar Widiyanti dalam rapat kerja bersama DPR di Kawasan Parlemen, Senayan, Kamis (22/1).

Widiyanti menyebut, capaian tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisman pada Januari–November 2024 tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan.

Ia menjelaskan, mayoritas kunjungan wisman berasal dari negara-negara pasar utama yang menjadi fokus promosi pemerintah. Sebanyak 72% dari total kunjungan tercatat berasal dari negara-negara tersebut, menandakan efektivitas strategi pemasaran dan promosi pariwisata yang dijalankan.

“Malaysia menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 17% dari total kunjungan wisatawan mancanegara,” kata Widiyanti.

Lebih lanjut, Widiyanti memproyeksikan jumlah kunjungan wisman sepanjang 2025 masih akan bertambah. Ia memperkirakan, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merampungkan tabulasi data kunjungan hingga Desember 2025 pada Februari mendatang, total kunjungan wisman akan mencapai 15,3 juta kunjungan.

Proyeksi tersebut melampaui target batas atas yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 sebesar 15 juta kunjungan.