Periskop.id – Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, mulai memperluas konsep pariwisatanya dengan menggarap segmen wellness tourism atau wisata kebugaran. Dikenal sebagai destinasi budaya dan lingkungan, desa tersebut kini menghadirkan ajang lari santai sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya tarik wisata berbasis kesehatan.
Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa mengatakan, pengembangan ini merupakan langkah untuk menambah nilai destinasi yang selama ini telah diakui dunia.
“Sampai saat ini kan Desa Penglipuran dikenal dengan destinasi budaya atau lingkungan, kami ke depan ingin menambah nilai Penglipuran sebagai wellness tourism (wisata kebugaran), memang ini lari olahraga tapi mengarahnya ke wellness,” kata Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa, Sabtu (9/5).
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui event lari santai bertajuk Penglipu-Run 2026 sejauh 5 kilometer yang akan digelar pada 7 Juni 2026. Kegiatan ini memanfaatkan potensi alam desa, khususnya kawasan hutan bambu seluas sekitar 45 hektare yang menjadi ikon Penglipuran.
Rute lari dirancang tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang unik. Peserta akan melewati area desa hingga hutan bambu dengan suasana asri dan udara sejuk.
“Peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati suasana asri dan budaya khas Desa Penglipuran, nah rutenya kita mulai dari selatan di tugu pahlawan mengelilingi desa dan masuk ke hutan bambu, terakhir akan kembali ke relief area utama desa wisata,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan perdana ini, panitia menargetkan sekitar 500 peserta yang terdiri dari wisatawan domestik, mancanegara, serta komunitas lari lokal di Bali.
Pariwisata Berbasis Kesehatan
Pengembangan wisata kebugaran di Penglipuran tidak lepas dari tren global yang menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap gaya hidup sehat. Desa yang pernah dinobatkan sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia oleh UNWTO ini dinilai memiliki modal kuat untuk masuk ke segmen tersebut, mulai dari lingkungan bersih, udara segar, hingga budaya yang terjaga.
Sumiarsa menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari inovasi berbasis kolaborasi masyarakat untuk memperkuat posisi desa sebagai destinasi berkelanjutan. Secara nasional, pengembangan wellness tourism juga menjadi fokus pemerintah. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut sektor ini masuk dalam program prioritas untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia.
"Kami dari Kementerian Pariwisata sudah memasukkan wellness tourism ini sebagai bagian dari program prioritas," ujar Wamenpar.
Ia menambahkan, wisata kebugaran menjadi bagian dari pariwisata berkualitas yang mampu mendorong ekonomi sekaligus menarik wisatawan dengan pengalaman berbeda.
"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa semakin banyak dilakukan di Indonesia, sehingga betul-betul kita bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness dan juga spiritual tourism yang memang saat ini ke depannya menjadi tren bagi wisatawan dunia," jelas Ni Luh.
Saat ini, Bali, Yogyakarta, dan Solo menjadi tiga wilayah utama yang telah dikenal sebagai destinasi wellness tourism di Indonesia. Secara global, sektor wellness tourism terus mengalami pertumbuhan pesat. Data Global Wellness Institute (GWI) menunjukkan nilai pasar wisata kebugaran dunia mencapai lebih dari US$800 miliar pada 2022 dan diproyeksikan terus meningkat seiring tren gaya hidup sehat.
Indonesia dinilai memiliki peluang besar dalam sektor ini karena kekayaan alam, budaya, serta praktik tradisional seperti yoga dan meditasi yang telah menjadi daya tarik internasional. Selain Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mendukung pengembangan event berbasis kebugaran di berbagai daerah.
Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Suyadi Pawiro menilai, kegiatan seperti yoga dan event olahraga dapat memperluas ekosistem wisata sehat di Indonesia.
Singkatnya, langkah Desa Penglipuran menggabungkan olahraga, alam, dan budaya menjadi sinyal kuat bahwa masa depan pariwisata tidak lagi sekadar destinasi, tetapi juga pengalaman hidup sehat. Jika konsisten dikembangkan, konsep ini berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri wellness tourism global.
Tinggalkan Komentar
Komentar