periskop.id - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, angkat bicara terkait anggapan sebagian masyarakat yang menilai beasiswa LPDP hanya dinikmati kalangan mampu.

Sudarto menegaskan, LPDP berupaya menjaring talenta terbaik Indonesia agar dapat mengakses perguruan tinggi kelas dunia. Namun demikian, prinsip inklusivitas tetap menjadi pijakan utama dalam pelaksanaan program.

"LPDP itu memang benar-benar fokus untuk mencari top of the top, krim-krimnya talenta Indonesia untuk bisa mengakses pendidikan tinggi dunia, top dunia lah, tapi harus inklusif," ucap Sudarto dalam acara media briefing di Jakarta, Rabu (25/2).

Menurut dia, banyak anak bangsa berprestasi yang tidak memiliki kesempatan setara karena keterbatasan akses dan latar belakang sosial ekonomi. Untuk itu, LPDP menghadirkan skema Beasiswa Afirmasi dengan persyaratan yang disesuaikan.

"Misalnya tadi saya bilang nggak perlu bahasa Inggris. Kemudian dengan indeks prestasi yang lebih rendah dari yang umum. Juga usianya kita perpanjang. Karena apa? Sekali lagi kita sadar banyak di antara kita yang bagus-bagus tadi tidak punya kesempatan yang sama dibandingkan teman-teman dari kota," jelasnya.

Sudarto menjelaskan, sejak 2013 hingga saat ini sekitar 25% penerima beasiswa LPDP berasal dari jalur afirmasi.

"Sampai dengan sekarang pun, dari 2013 sampai sekarang ya, akumulasinya tuh 25% penerima beasiswa LPDP itu dari afirmasi," terangnya.

Adapun jumlah penerima Beasiswa Afirmasi secara kumulatif mencapai 14.983 orang hingga 31 Januari 2026. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi kelompok prioritas, meliputi Putra-Putri Papua, Daerah Afirmasi, Prasejahtera, Penyandang Disabilitas, serta Keolahragaan (penghargaan).

Beasiswa afirmasi telah menjangkau 127 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Khusus pada 2025, jumlah penerima beasiswa afirmasi tercatat sebanyak 1.261 orang.

Berdasarkan sebaran kategori, penerima terbesar berasal dari kelompok Prasejahtera dengan total 7.896 orang, terdiri atas 5.165 alumni, 633 peserta persiapan studi, dan 2.098 orang yang sedang menempuh pendidikan.

Pada kategori Daerah Afirmasi, total penerima mencapai 5.751 orang, dengan rincian 2.303 alumni, 1.149 peserta persiapan studi, dan 2.299 orang sedang studi.

Sementara itu, kategori Penyandang Disabilitas mencatat total 479 penerima, terdiri dari 75 alumni, 155 peserta persiapan studi, dan 249 orang sedang studi.

Untuk Putra-Putri Papua, total penerima mencapai 821 orang, dengan rincian 69 alumni, 356 peserta persiapan studi, dan 396 orang sedang menempuh pendidikan.

Adapun kategori Keolahragaan mencatat total 36 penerima, terdiri dari 35 peserta persiapan studi dan satu orang sedang studi.