Periskop.id - Empat perguruan tinggi dari Indonesia berhasil masuk dalam daftar 15 universitas terbaik di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2026 berdasarkan QS World University Rankings.

Keempat institusi tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair).

Peringkat ini disusun oleh QS World University Rankings yang setiap tahun mengevaluasi ribuan universitas di seluruh dunia menggunakan sejumlah indikator akademik, reputasi, dan dampak lulusan terhadap dunia kerja.

Dalam daftar terbaru tersebut, Universitas Indonesia menjadi kampus Indonesia dengan posisi tertinggi di kawasan ASEAN. 

UI menempati peringkat kedelapan ASEAN sekaligus berada di posisi ke 189 dunia. Posisi ini meningkat 17 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya ketika UI berada di posisi 206 dunia.

Universitas Indonesia

UI memperoleh skor keseluruhan sebesar 57 dalam QS World University Rankings 2026 yang menjadikannya sebagai universitas satu-satu di Indonesia yang tembus 200 besar dunia. Pencapaian tersebut terutama didukung oleh tiga indikator utama.

Indikator pertama adalah reputasi pemberi kerja (employer reputation) yang mencapai skor 89,3. Indikator ini mengukur persepsi perusahaan global terhadap kualitas lulusan sebuah universitas. Semakin tinggi skor indikator ini, semakin besar kepercayaan perusahaan terhadap lulusan institusi tersebut.

Indikator kedua adalah hasil ketenagakerjaan (employment outcomes) dengan skor 87,2. Indikator ini menilai sejauh mana universitas mampu memastikan lulusan memiliki tingkat kemampuan kerja yang tinggi serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.

Indikator ketiga adalah rasio dosen internasional (international faculty ratio) dengan skor 86,6. Indikator ini mengukur perbandingan jumlah staf pengajar internasional terhadap keseluruhan staf akademik.

Institusi yang mampu menarik banyak akademisi dari berbagai negara biasanya memperoleh keuntungan dalam bentuk keragaman penelitian, metode pengajaran yang lebih beragam, serta kolaborasi internasional yang lebih luas. Tingginya jumlah staf internasional juga menunjukkan reputasi institusi tersebut sebagai tempat kerja akademik yang kompetitif di tingkat global.

Selain itu, keberadaan dosen internasional membantu memperluas jaringan penelitian lintas negara melalui koneksi akademisi yang datang dari berbagai institusi dunia. Karena itu, skor tinggi pada indikator ini mencerminkan lingkungan akademik yang terbuka dan kolaboratif.

Universitas Gadjah Mada

UGM menempati posisi ke 10 di ASEAN dengan skor keseluruhan 53,5. Secara global, tempat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo kuliah ini berada di peringkat ke 224 dunia.

Posisi tersebut meningkat 15 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya ketika UGM berada di posisi 239 dunia.

Pencapaian UGM didukung oleh tiga indikator utama yaitu reputasi pemberi kerja dengan skor 84,7, hasil ketenagakerjaan dengan skor 75,9, serta reputasi akademik (academic reputation) dengan skor 70,2.

Indikator reputasi akademik merupakan salah satu komponen paling penting dalam QS World University Rankings. Indikator ini menilai reputasi institusi berdasarkan penilaian para akademisi di seluruh dunia.

Melalui survei akademik global yang dilakukan setiap tahun, para pakar diminta menominasikan universitas yang dianggap unggul dalam bidang keilmuan mereka. QS kemudian mengolah dan memverifikasi nominasi tersebut untuk sekitar 7.000 institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia.

Penilaian reputasi akademik tidak hanya mencerminkan kualitas penelitian suatu universitas, tetapi juga menunjukkan kekuatan kolaborasi akademik, inovasi pendidikan, serta dampak institusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Indikator ini memiliki bobot sebesar 30% dalam perhitungan utama QS World University Rankings.

Institut Teknologi Bandung

Institut Teknologi Bandung menempati peringkat ke 13 di ASEAN dengan skor keseluruhan 49,9. Secara global, ITB berada di posisi ke 255 dunia. Posisi ini naik satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ITB terutama ditopang oleh indikator rasio dosen internasional yang mencapai skor 94,7. Selain itu, ITB juga memperoleh skor tinggi pada indikator reputasi pemberi kerja sebesar 85,3 serta hasil ketenagakerjaan sebesar 68,6.

Skor tinggi pada indikator rasio dosen internasional menunjukkan bahwa ITB berhasil menarik tenaga pengajar dari berbagai negara yang memperkaya aktivitas akademik dan penelitian di kampus tersebut.

Universitas Airlangga

Unair menempati peringkat ke 15 di kawasan ASEAN dengan skor keseluruhan 46,8. Secara global, universitas ini berada di peringkat ke 287 dunia.

Posisi tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya ketika Unair berada di peringkat 308 dunia.

Capaian Unair didukung oleh tiga indikator utama yaitu reputasi pemberi kerja dengan skor 88,3, rasio dosen internasional sebesar 77,3, serta rasio dosen terhadap mahasiswa (faculty student rasio) sebesar 69,6.

Indikator rasio dosen mahasiswa mengukur jumlah staf akademik yang tersedia untuk mengajar mahasiswa di suatu institusi. Semakin besar jumlah staf akademik yang tersedia dibandingkan jumlah mahasiswa, semakin besar pula potensi kualitas pembelajaran yang diterima mahasiswa.

Indikator ini dihitung dengan membagi jumlah staf pengajar dengan jumlah mahasiswa. Rasio yang lebih baik memungkinkan mahasiswa memperoleh bimbingan akademik yang lebih intensif, pengembangan kurikulum yang lebih baik, serta dukungan pembelajaran yang lebih optimal.

Dominasi Singapura dan Malaysia di ASEAN

Dalam daftar 15 universitas terbaik ASEAN tahun 2026, Singapura dan Malaysia masih mendominasi posisi teratas.

National University of Singapore berada di peringkat pertama ASEAN sekaligus peringkat kedelapan dunia dengan skor keseluruhan 95,9. Posisi kedua ditempati Nanyang Technological University dengan skor 93,7.

Malaysia juga menempatkan beberapa universitas dalam daftar ini, termasuk Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Putra Malaysia, Universiti Sains Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia, Universiti Teknologi Petronas, Taylor's University, serta UCSI University.

Kehadiran empat universitas Indonesia dalam daftar ini menunjukkan peningkatan daya saing perguruan tinggi nasional di tingkat regional maupun global.

15 Universitas Terbaik ASEAN 2026

Secara rinci, berikut adalah daftar 15 universitas terbaik di ASEAN pada 2026:

Peringkat DuniaPeringkat ASEANUniversitasNegaraSkor
81National University of SingaporeSingapura95,9
122Nanyang Technological UniversitySingapura93,7
583Universiti MalayaMalaysia80,1
1264Universiti Kebangsaan MalaysiaMalaysia65,2
1345Universiti Putra MalaysiaMalaysia64,1
1346Universiti Sains MalaysiaMalaysia64,1
1537Universiti Teknologi MalaysiaMalaysia61,6
1898Universitas IndonesiaIndonesia57,0
2219Chulalongkorn UniversityThailand53,9
22410Universitas Gadjah MadaIndonesia53,5
25111Universiti Teknologi PetronasMalaysia50,2
25312Taylor's UniversityMalaysia50,0
25513Institut Teknologi BandungIndonesia49,9
26914UCSI UniversityMalaysia48,5
28715Universitas AirlanggaIndonesia46,8