periskop.id - Jagat media sosial X tengah dihebohkan dengan kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum mahasiswa FH UI. Berawal dari unggahan akun anonim yang membongkar isi grup percakapan yang berisi pelecehan kepada beberapa wanita, termasuk dosen. Kasus ini kini bergulir panas hingga melibatkan pihak dekanat. Bagaimana kronologi lengkapnya dan siapa saja yang terseret dalam kasus tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.
Kronologi Chat Mesum Mahasiswa FH UI di X
Semuanya berawal pada Sabtu, (11/4) malam. Akun X @sampahfhui mengunggah sebuah utas berisi tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang diduga dihuni oleh mahasiswa FH UI. Isi obrolan tersebut seketika memicu kemarahan netizen karena memuat komentar vulgar, objektifikasi tubuh perempuan, hingga lelucon cabul yang ditujukan kepada mahasiswi dan dosen.
Yang membuat publik semakin geram adalah munculnya istilah-istilah seperti "diam berarti consent" dan "asas perkosa". Penggunaan istilah hukum untuk menormalisasi tindakan pelecehan ini dianggap sebagai penghinaan terhadap ilmu yang mereka pelajari sendiri.
Profil Terduga Pelaku: Dari Ketua Angkatan Hingga Pimpinan BEM
Hal yang paling mengejutkan dari rangkuman akun @direktoridosen adalah identitas para terduga pelaku. Mereka bukanlah mahasiswa biasa. Sejumlah nama yang terseret diduga merupakan pimpinan organisasi mahasiswa, ketua angkatan, hingga calon panitia kegiatan kampus.
Dalam potongan percakapan yang beredar, mereka sebenarnya menyadari bahwa tindakan tersebut berisiko merusak reputasi mereka. Namun, alih-alih berhenti, mereka justru seolah merasa kebal. Bahkan, tersiar kabar bahwa setelah kasus ini viral, beberapa dari mereka masih bersikap santai, sebuah respons yang dinilai sangat minim rasa penyesalan.
Respons Kampus UI Tangani Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa
Menanggapi bola panas yang menggelinding cepat, pihak Dekanat FH UI segera mengambil langkah. Pada 12 April 2026, Dekan FH UI, Parulian Paidi Aritonang, mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak fakultas mengecam keras perilaku yang merendahkan martabat manusia tersebut dan menegaskan bahwa hal itu bertentangan dengan nilai akademik.
Saat ini, tim investigasi internal tengah bekerja untuk melakukan verifikasi mendalam. Pihak kampus juga berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran kode etik maupun unsur pidana, sembari meminta publik untuk tidak menyebarkan informasi yang belum tervalidasi.
Muncul DM Permintaan Hapus Thread
Dinamika kasus ini semakin menarik setelah munculnya perlawanan dari pihak yang namanya terseret. Sebuah akun bernama keoezra diketahui mengirimkan pesan langsung (DM) kepada pengunggah utama. Ia menyatakan keberatan karena identitasnya ikut tersebar dalam utas tersebut.
Ia mengklaim bahwa komentarnya dalam grup tersebut tidak terkait dengan pelecehan perempuan dan meminta unggahan tersebut dihapus dalam waktu 1x24 jam. Jika tidak, ia mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Menanti Hasil Investigasi dan Keadilan bagi Korban di FH UI
Hingga saat ini, publik masih terus memantau perkembangan kasus tersebut. Investigasi masih berjalan, dan belum ada pengumuman resmi mengenai sanksi yang dijatuhkan. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa pelecehan seksual dalam bentuk apa pun, tidak memiliki tempat di lingkungan pendidikan.
Sebagai institusi yang mencetak calon penegak hukum, ketegasan FH UI dalam menuntaskan kasus ini sangat dinantikan. Bukan hanya demi nama baik kampus, tapi juga untuk memastikan keadilan bagi para korban dan menciptakan ruang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Tinggalkan Komentar
Komentar